Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Arus mudik di ruas Tol Jakarta- Cikampek masih padat pada Kamis (19/3/2026) sore. Kepadatan terjadi sejak KM 38 Cikarang hingga KM 58 Karawang.
Pantauan Tribun Bekasi (Warta Kota Network) titik simpul kepadatan terjadi di KM 48 Karawang selepas turunan Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) hingga menuju jelang rest area KM 57.
Kepadatan diperparah karena banyak pemudik nekat menghentikan kendaraan di bahu jalan.
Alasan utama pemudik berhenti adalah untuk buang air kecil atau beristirahat setelah perjalanan panjang.
Sehingga membuat arus lalu lintas tampak padat merayap.
“Terpaksa berhenti, sudah tidak tahan. Rest Area masih lama dan takut penuh malah engga bisa ke kamar mandi,” ujar Agus, salah satu pemudik asal Ancol, Jakarta Utara.
Ia menyebut, berangkat dari Jakarta sampai ke KM 48 ini ditempuh selama empat jam.
Kemacetan terjadi sejak awal masuk ke Tol Layang MBZ sampai turunan tol Layang.
"Ini terpaksa numpang ke kamar mandi di Pos Jasa Marga,"jelas dia.
Petugas dari Jasa Marga terus melakukan patroli dan memberikan imbauan melalui pengeras suara. Pemudik diminta tidak berhenti di bahu jalan karena berbahaya bagi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Pihak Jasa Marga juga menyarankan pemudik untuk memanfaatkan rest area terdekat, seperti di Kilometer 57, apabila ingin beristirahat atau menggunakan fasilitas toilet, demi menjaga kelancaran arus mudik.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung diskresi Kepolisian dengan melakukan penyesuaian rekayasa lalu lintas berupa pelebaran lajur contraflow dari sebelumnya 2 lajur menjadi 3 lajur pada KM 48 sampai KM 66 arah Cikampek Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pukul 12.21 WIB.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurai kepadatan kendaraan serta mendukung kelancaran arus mudik menuju wilayah Timur Trans Jawa.
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paallo menyampaikan bahwa penyesuaian jumlah lajur contraflow tersebut dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.
“Pelebaran contraflow menjadi tiga lajur ini merupakan bagian dari langkah antisipatif yang dilakukan bersama Kepolisian untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas menuju arah Timur Trans Jawa, khususnya pada hari ini dimana terlihat peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri," ujar Ria dalam keterangan.
JTT bersama Kepolisian dan pihak terkait terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif serta menyiagakan petugas di lapangan guna memastikan rekayasa lalu lintas dapat berjalan dengan aman dan lancar.
JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, menjaga jarak aman antar kendaraan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan dan rambu lalu lintas yang terpasang.
"Atas contraflow tiga lajur ini, kami jugas atas diskresi Kepolisian membuka tol fungsian Japek II Selatan," kata dia. (MAZ)