Hilal Tak Terlihat di Bondowoso, Tertutup Awan dan Hujan
Haorrahman March 19, 2026 06:38 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Tim rukyatul hilal Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah, Kamis (19/3/2026). Proses rukyat berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung karena hujan dan awan tebal.

Pemantauan dilakukan di rooftop Masjid Agung At Taqwa Bondowoso bersama Lembaga Falakiyah PCNU Bondowoso. 

Al Hasib Kemenag Bondowoso, Suharyono, menjelaskan secara kriteria imkanur rukyat, hilal dapat dinyatakan terlihat apabila berada pada ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Baca juga: Hasil Kemenag Jatim Pantau Hilal di Kabupaten Probolinggo, Awan Mendung dan Hilal Tak Terlihat

Di lokasi pemantauan, hilal tidak dapat diamati karena tertutup awan mendung yang cukup tebal.

"Di ufuk barat ini ternyata tertutup awan mendung yang sangat tebal. Karena dipengaruhi hujan," ungkapnya.

Meski demikian, berdasarkan perhitungan metode hisab, posisi hilal di wilayah Bondowoso diperkirakan hanya berada di ketinggian sekitar 1 derajat 47 menit.

Baca juga: Hilal Tak Tampak di Bondowoso, Kemenag dan Lembaga Falakiyah NU Imbau Tunggu Sidang Isbat

Dengan kondisi tersebut, secara perhitungan astronomi, hilal memang dinilai belum memenuhi syarat untuk dapat terlihat.

Suharyono menegaskan tim di daerah hanya bertugas melakukan pemantauan dan melaporkan hasilnya ke pusat, bukan untuk menentukan keputusan awal bulan Hijriah.

"Kita tidak boleh mengumumkan, tapi kita sudah melakukan penghitungan hisab," tambahnya.

Hasil pemantauan ini selanjutnya akan dilaporkan ke Kemenag RI dan PBNU sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.