TRIBUNJOGJA.COM - Pada momentum Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 ini, sudah saatnya mengetahui secara benar arti lima kata wajib yang selalu ditulis dan diucapkan, yakni "Minal Aidin Wal Faizin".
Alih-alih mengetahui arti sesungguhnya, banyak orang mengira kalimat tersebut berarti "Mohon Maaf Lahir dan Batin" dalam bahasa Indonesia.
Ini adalah topik yang sangat penting karena masih sering terjadi salah kaprah dalam penggunaan kalimat tersebut di masyarakat Indonesia.
Untuk itu, tidak ada salahnya dibedah secara mendalam agar kita bisa mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H nanti dengan lebih tepat dan bermakna.
Setiap kali gema takbir berkumandang menandai datangnya Idul Fitri, kalimat "Minal Aidin Wal Faizin" seolah menjadi kosa kata wajib.
Namun, tahukah Anda bahwa secara bahasa, kalimat tersebut sama sekali tidak berarti "Mohon Maaf Lahir dan Batin"?
Fenomena ini adalah bentuk pergeseran makna atau semantical shift yang sudah mengakar dalam budaya Indonesia.
Mari kita elaborasi makna aslinya dan bagaimana cara menggunakannya dengan lebih tepat pada Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 ini.
Secara harfiah, kalimat ini berasal dari bahasa Arab dengan rincian sebagai berikut:
Minal: Dari (golongan).
Al-Aidin: Orang-orang yang kembali.
Wal: Dan.
Al-Faizin: Orang-orang yang menang/beruntung.
Jika dirangkai, maknanya adalah:
"Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang kembali (kepada fitrah/kesucian) dan golongan orang-orang yang menang (melawan hawa nafsu selama Ramadhan)."
Kalimat ini sebenarnya adalah potongan doa yang lebih panjang, yaitu: Jaa’alanallahu minal ‘aidin wal fa’izin, yang artinya:
"Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali dan menang."
Jadi, menghubungkannya langsung sebagai terjemahan dari "mohon maaf lahir batin" adalah kekeliruan secara linguistik, meski secara esensi bermaaf-maafan memang menjadi bagian dari proses "kembali ke fitrah" tersebut.
Di negara-negara Arab sendiri, kalimat ini jarang digunakan secara mandiri.
Mereka lebih sering menggunakan "Eid Mubarak" atau "Kullu 'am wa antum bikhair".
Di Indonesia, frasa ini menjadi populer kemungkinan besar karena pengaruh para ulama terdahulu yang ingin menyelipkan doa agar umat Islam tetap istiqomah setelah Ramadhan.
Namun, karena sering diucapkan berbarengan dengan kalimat "Mohon maaf lahir dan batin", masyarakat akhirnya menganggap keduanya adalah sinonim.
Agar ucapan Anda lebih variatif, memiliki dasar doa yang kuat, dan secara bahasa lebih akurat, berikut adalah rekomendasi ucapan dalam bahasa Arab beserta artinya:
Ini adalah ucapan yang paling sering digunakan para sahabat Nabi Muhammad SAW saat bertemu di hari raya.
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ الْأَعْمَالِ
(Taqabbalallahu minna wa minkum shalihal a'mal)
Artinya: "Semoga Allah menerima amal saleh dari kami dan dari kalian."
Cocok untuk dikirimkan melalui WhatsApp atau media sosial karena bermakna doa agar dipertemukan lagi dengan tahun depan.
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ
(Kullu 'am wa antum bikhair)
Artinya: "Semoga sepanjang tahun Anda selalu dalam kebaikan (dan keberkahan)."
Sangat tepat jika dikirimkan kepada atasan, guru, atau orang yang dihormati.
عِيْدُكُمْ مُبَارَكٌ وَسَعِيْدٌ، جَعَلَنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ
(Eidukum mubarakan wa sa'id, ja'alanallahu minal 'aidin wal fa'izin)
Artinya: "Hari raya yang penuh berkah dan bahagia, semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang yang kembali suci dan meraih kemenangan."
Jika tujuan Anda memang murni ingin meminta maaf, gunakanlah kalimat yang mengandung kata Afwu (maaf).
أَسْأَلُكُمُ الْعَفْوَ لِكُلِّ خَطَايَايَ، عِيْدُ الْفِطْرِ سَعِيْدٌ
(As'alukumul 'afwa likulli khathayaya, 'idul fithri sa'id)
Artinya: "Saya memohon maaf kepada Anda atas segala kesalahan saya, selamat hari raya Idul Fitri yang membahagiakan."
Mengucapkan "Minal Aidin Wal Faizin" tidaklah dilarang, karena itu adalah doa yang baik.
Namun, kini Anda tahu bahwa itu bukanlah terjemahan dari mohon maaf lahir batin.
Untuk Lebaran 2026 nanti, tidak ada salahnya menggabungkan keduanya agar lebih lengkap:
"Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin."
Dengan begitu, Anda mendapatkan sunnahnya (doa diterima amal), mendapatkan doanya (kembali fitrah), dan mendapatkan silaturahminya (permintaan maaf).