TRIBUNBEKASI.COM, SINGAPURA- Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura pukul 13.15 waktu setempat.
Michael Bambang Hartono dan sang adik Robert Budi Hartono adalah Pemilik perusahaan rokok PT Djarum.
PT Djarum diketahui merupakan pemilik Como 107 klub yang berlaga di Serie A atau akrab disebut liga Italia.
Meski baru berlaga di Serie A namun Como 1907 mampu bersaing dengan klub-klub tua dah kini bercokol di peringkat empat sementara Liga Italia.
Selain itu, keduanya memiliki jaringan bisnis yang menggurita. Satu di antaranya adalah Bank Central Asia.
Kabar wafatnya pengusaha nasional tersebut dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan.
“Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono,” demikian pernyataan resmi perusahaan pada Kamis.
Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh penting dunia usaha Indonesia sekaligus pemilik Grup Djarum bersama saudaranya, Robert Budi Hartono.
Selain memimpin bisnis rokok Djarum, Michael Bambang Hartono juga dikenal sebagai pemilik klub sepak bola Italia, Como 1907 (Como FC) yang saat ini dilatih mantan pemain timnas Spanyol, Cesc Fabregas.
Keluarga Hartono juga merupakan pemegang saham pengendali Bank Central Asia (BCA), bank swasta terbesar di Indonesia yang diakuisisi setelah krisis ekonomi 1998.
Grup Djarum sendiri memiliki berbagai lini usaha lain, mulai dari elektronik melalui PT Hartono Electronic dengan merek Polytron, furnitur, properti, hingga investasi di sektor teknologi dan olahraga.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada tahun 1941. Ia menempuh pendidikan SMP hingga SMA di Kudus sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.
Sejak 1970-an, ia memperluas bisnis keluarga ke berbagai sektor industri, termasuk tekstil, elektronik, bahan bangunan, kertas, dan restoran dikutip dari kompas.com
Selain dikenal sebagai pengusaha, Michael Bambang Hartono juga aktif di dunia olahraga bridge. Ia berperan dalam masuknya cabang olahraga bridge pada Asian Games 2018 Jakarta–Palembang.
Pada usia 78 tahun, ia bahkan turut bertanding sebagai atlet dan berhasil meraih medali perunggu untuk Indonesia. Bonus medali yang diterimanya kemudian disumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga bridge nasional.