POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur ( IPSI NTT ) optimis meraih juara umum pada PON XXII 2028 mendatang.
IPSI NTT menargetkan delapan medali emas untuk mengamankan posisi juara umum tersebut.
Optimisme pengurus itu didasarkan pada prestasi yang diukir para pesilat NTT dalam berbagai event termasuk saat kejuaraan dunia.
Perolehan medali emas dari cabang pencak silat meningkat dalam dua PON terbaru. Pada PON XXII Aceh, kontingen NTT meraih tiga medali emas. JUmlah itu mengingkat dari perolehan dua emas pada PON) trend naik dari PON XX Papua.
Ketua Umum IPSI NTT dr. Messerasi Ataupah mengatakan prestasi pada PON dan berbagai kejuaraan dunia telah mengharumkan nama NTT.
"Dua kali PON terakhir atlit kita mendapat prestasi yang luar biasa. PON XX Papua kita meraih dua medali emas, sementara PON XXI Aceh kita mendapat tiga medali emas. Dan sebagai tuan rumah PON 2028 kami optimistis jadi juara umum. Target kami delapan medali emas, yaitu kategori tanding enam medali dan seni dua medali emas," tegas Ketua Umum IPSI NTT dr. Messerasi Ataupah.
Didampingi Sekretaris IPSI NTT Ferdy Amatae, Ketum Messe menyampaikan, bahwa penjaringan atlit silat menuju PON 2028, akan digelar dua pertandingan open turnamen yang melibatkan semua perguruan pada tahun 2026 di daratan Flores dan Timor.
"Juara dari turnamen ini akan dipertemukan dengan atlit pelatnas kita yang juga mantan atlit PON. Jadi ada beberapa atlit pelatnas kita tetap dipersiapkan mengikuti PON, namun harus berkompetisi lagi dengan atlit hasil penjaringan, siapa yang menang akan menjadi tim atlit PON NTT untuk mengikuti pemusatan latihan. Semua atlit punya peluang yang sama, tentu siapa yang lebih siap pasti dia yang lolos mewakili NTT," tegas Messe.
dr.Messe mengatakan, terkait dengan kejuaraan ini open turnamen ini pihak IPSI terus berkoordinasi dengan para ketua umum dan pengcab dari masing - masing perguruan agar mengikutsertakan atlit mereka pada kedua turnamen penjaringan atlit PON ini.
"Kita terus membangun komunikasi baik dengan pengcab dan perguruan setempat untuk saling membahu dalam penyelenggaraan ivent ini," ujarnya.
Selain mempersiapkan atlit, lanjutnya IPSI NTT juga akan terus meningkatkan kapasitan aparatur pertandingan secara baik.
"Sebagai tuan rumah PON aparatur pertandingan dan venue manjadi perhatian khusus. Kita berharap venue silat ada di Kota Kupang. Kita bisa menggunakan aditorium Undana atau Poltekes Kupang. Minima dua gelanggang dalam venue itu," ujar Messe.
Ferdy menambahkan, bahwa untuk mencapai target dibutuhkan peningkatan kapasitas aparatur pertandingan. Pemantapan wasit - juri dan pelatih dari sisi SDM dan juga psikolog bekerjasama dengan KONI. (*)