Arab Saudi Tetapkan Lebaran pada Jumat 20 Maret 2026, Beda dari Indonesia
Torik Aqua March 19, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Arab Saudi kini menetapkan Lebaran 2026 tepat pada Jumat 20 Maret 2026.

Otoritas tertinggi Arab Saudi mengambil keputusan itu setelah hilal tidak tampak usai pemantauan yang dilakukan pada Rabu malam waktu setempat.

Keputusan Arab Saudi ini serentak dengan sejumlah negara tetangga.

Hal ini membuat Arab Saudi Lebaran terlebih dahulu dibanding Indonesia.

Baca juga: Alasan Pemerintah Tetapkan Lebaran Tepat Pada 21 Maret 2026, Posisi Hilal Dijabarkan

Dilansir dari Kompas.com, Mahkamah Agung Arab Saudi menyatakan bahwa bulan suci Ramadan tahun ini digenapkan atau istikmal menjadi 30 hari, dilansir dari Arab News.

Keputusan ini menjadikan Arab Saudi akan merayakan lebaran serentak dengan beberapa negara tetangga di kawasan Timur Tengah. 

Negara-negara seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Palestina, Irak, Yaman, Bahrain, Lebanon, dan Kuwait juga dilaporkan telah mengambil keputusan serupa untuk memulai perayaan Idulfitri pada hari Jumat besok.

Suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun kini mulai bersiap menyambut jutaan jamaah yang akan melaksanakan salat Id setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa.

Pemerintah Indonesia tetapkan Lebaran 2026 tepat pada 1 Syawal 1447 H pada 21 Maret 2026

Alasan pemerintah akhirnya menetapkan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H/2025 M jatuh pada (21/3/2026).

Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menetapkan Lebaran 2026 tepat pada 21 Maret 2026.

Penetapan Lebaran 2026 ini berdasarkan keputusan sidang isbat di Jakarta, Kamis (19/3/2025).

Sidang isbat itu dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

Baca juga: Breaking News: Pondok Gontor Ponorogo Tetapkan Lebaran pada 20 Maret 2026

Sidang isbat ini digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, di Jakarta.

“Dari pengamatan hilal tidak terlihat. Disepakati Kementerian Agama menentukan sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H Kamis (19/3/2026).

Menag mengatakan sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal, yakni:

Paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk.

Sebelumnya, Cecep Nurwendaya, M.Si., pakar astronomi dan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) yang rutin memaparkan posisi hilal dalam sidang isbat penentuan awal Ramadan/Syawal, menjabarkan posisi hilal.

Ada beberapa poin yang disampaikan, yakni pertama jika berdasar kriteria MABIMS (3-6,4) pada 29 Ramadan 1447 H atau Kamis (19/3/2026) telah memenuhi parameter hilal minimum 3 derajat seperti kriteria MABIMS.

Namun, posisi hilal ini tidak memenuhi parameter elongasi minimum 6,4 derajat sehingga 1 Syawal secara hisab bertepatan dengan Sabtu Pahing, 21 Maret 2026 Masehi.

Kelaziman penentuan awal bulan: Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah di Indonesia menggunakan metode rukyat dan hisab.

Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.

Berdasarkan data hisab yang dihimpun Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, ijtimak menjelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.

Pada saat rukyatul hilal dilakukan pada hari yang sama, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, serta sudut elongasi berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

Oleh karenanya, hilal menjelang awal Syawal 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi tidak mungkin dapat dirukyat karena posisinya berada di bawah kriteria visibilitas hilal pada saat Matahari terbenam.

Namun, demi verifikasi data tersebut, Kementerian Agama bersama berbagai pihak melaksanakan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.

Pelaksanaan rukyat melibatkan kantor wilayah Kementerian Agama, Kementerian Agama kabupaten/kota, peradilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait di daerah.

Hasil rukyatul hilal dari seluruh wilayah Indonesia bersama data hisab posisi hilal inilah yang dimusyawarahkan dalam Sidang Isbat untuk ditetapkan awal Syawal 1447 H.

Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H ini digelar langsung dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan duta besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama.

"Secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," imbuhnya.

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1447 H tidak ada yang memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Diketahui bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pemantauan hilal tahun ini di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di jumlah titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026.

Muhammadiyah, Ponpes Gontor, dan Ploso Lebaran 20 Maret 2026

1 SYAWAL - Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim beberapa waktu lalu. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
1 SYAWAL - Suasana Pondok Modern Darussalam Gontor di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim beberapa waktu lalu. Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. (Tribun Jatim Network/Pramita Kusumaningrum)

Jagat maya pun diramaikan perbincangan terkait potensi perbedaan Lebaran Idulfitri tahun ini.

Diketahui, sebelumnya terkait Lebaran lebih awal sudah diumumkan ormas Islam Muhammadiyah.

Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1447 H sesuai Kalender Hijriah Global Tunggal. Disebutkan jika Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Penetapan awal bulan Syawal 1447 H tahun ini merujuk pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan kriteria kalender tersebut, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.

Tak hanya Muhammadiyah, 2 pondok pesantren di Jawa Timur, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Maklumat ini ditandatangani oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. M. Akrim Mariyat dan K.H. Hasan Abdullah Sahal, Dipl.A.Ed.

"Betul telah ada keputusan dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Bahwa 1 Syawal 1447 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026," kata Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Riza Azhari Zarkasyi, Rabu (18/3/2026).

Demikian dengan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Ponpes ini menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026).

Penetapan ini didasarkan pada hasil perhitungan ilmu falakiyah yang dilakukan oleh lajnah falakiyah pondok setempat.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh anggota Dewan Mufattisy atau penasihat Ponpes Al Falah, KH Ma’sum Aly, dalam sebuah acara haflah yang videonya kemudian beredar di media sosial.

"Berdasarkan hasil penghitungan lajnah falakiyah Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, untuk awal bulan Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat Legi tanggal 20 Maret 2026 Masehi," kata Gus Ma'sum dalam video tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.