TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Suasana khidmat dalam rangkaian buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati Bulungan, Jumat (13/3/2026), mendadak berubah menjadi duka mendalam.
Tokoh agama Kabupaten Bulungan, Datu Muhammad Idris, tiba-tiba rebah usai memimpin salat berjemaah. Momen tersebut terjadi begitu cepat, tanpa tanda-tanda yang mencolok sebelumnya.
Direktur RSDSS Tanjung Selor, dr Widodo Darmo Sentono yang berada di lokasi, menjadi saksi sekaligus orang pertama yang memberikan pertolongan medis darurat kepada almarhum.
Kepada TribunKaltara.com, dr Widodo Darmo menceritakan detik-detik situasi darurat itu terjadi.
"Kejadiannya sangat cepat. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Beliau masih memimpin salat sebagai imam dengan lancar, sampai akhirnya tiba-tiba rebah," ungkap dr Widodo Darmo.
Saat itu, dr Widodo Darmo berada di shaf terdepan, meski tidak tepat di belakang almarhum. Namun begitu melihat Datu Muhammad Idris terjatuh usai salam pertama, ia langsung bergerak cepat memberikan pertolongan.
"Saya langsung refleks menghampiri dan melakukan tindakan bantuan hidup dasar atau basic life support, yaitu CPR (cardiopulmonary resuscitation) atau pijat jantung luar yang biasa kita sebut RJP," jelasnya.
Menurutnya, kondisi yang dialami almarhum merupakan henti jantung mendadak, yang ditandai dengan hilangnya kesadaran secara tiba-tiba.
Upaya penyelamatan pun dilakukan selama hampir 10 menit di lokasi kejadian.
"Sempat ada napas spontan sekali, tapi kemudian menurun lagi. Kami lanjutkan CPR, sampai muncul kembali tanda-tanda sirkulasi dan napas, lalu kami lakukan evakuasi," ucap dr Widodo Darmo.
Meski demikian, kondisi almarhum terus menurun dalam perjalanan menuju RSDSS Tanjung Selor menggunakan kendaraan pribadi dari Rumah Jabatan Bupati Bulungan.
"Di perjalanan, tanda-tanda kehidupan semakin melemah. Refleks cahaya pada pupil mulai berkurang, hingga akhirnya muncul tanda kematian permanen seperti midriasis," tuturnya.
dr. Widodo menambahkan, sejak awal henti jantung terjadi, almarhum sudah dalam kondisi tidak sadar, meskipun sempat menunjukkan tanda sirkulasi kembali atau ROCS.
Dari riwayat medis, Datu Muhammad Idris diketahui memiliki penyakit jantung.
Kebetulan ia merupakan pasien dari dr Widodo Darmo sebagai dokter spesialis Jantung di RSDSS Tanjung Selor.
Datu Muhammad Idris merupakan pasien yang rutin menjalani kontrol di poli jantung.
Baca juga: Imam Meninggal saat Pimpin Salat di Rujab Bupati Bulungan, Dokter: Ada Riwayat Penyakit Jantung
"Secara klinis beliau cukup baik dan rutin berobat. Data di rumah sakit menunjukkan beliau pasien yang terpantau," katanya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit jantung, yang kini tidak lagi identik dengan usia lanjut.
"Tanda paling khas adalah nyeri dada, biasanya di sebelah kiri dan bisa menjalar ke lengan, rahang, atau punggung. Tapi pada kondisi tertentu seperti lansia, wanita, atau penderita diabetes, gejalanya bisa tidak khas," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan faktor gaya hidup menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus penyakit jantung, bahkan pada usia muda.
"Sekarang usia 35 tahun pun sudah bisa berisiko. Ini karena pola makan dan gaya hidup modern," ujarnya.
Di Kabupaten Bulungan, angka kasus penyakit jantung tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius.
"Termasuk tinggi, bahkan secara Nasional juga tinggi. Ini penting untuk deteksi dini," tegasnya.
Selain itu, dr Widodo juga menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat terkait bantuan hidup dasar atau CPR.
"Jika ada henti jantung, respon cepat sangat menentukan. Kami di rumah sakit juga terbuka untuk pelatihan basic life support bagi masyarakat," katanya.
Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar tersebut, sehingga dapat membantu menyelamatkan nyawa dalam kondisi darurat.
"Di negara maju, masyarakat awam sudah banyak yang bisa melakukan CPR. Ini yang perlu kita dorong juga di sini," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu