Harga Emas Dunia Ambruk! Harga Anjlok Lebih dari 5 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya
Eddy Fitriadi March 20, 2026 12:03 AM

Harga Emas Dunia Ambruk! Harga Anjlok Lebih dari 5 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

SERAMBINEWS.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada Kamis (19/3/2026), memperpanjang tren pelemahan hingga tujuh sesi berturut-turut.

 Penurunan ini dipicu oleh dampak konflik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga energi serta meningkatkan kekhawatiran inflasi global.

Angka ini merupakan level terendah sejak awal Februari 2026.

 Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April juga merosot 7 persen ke posisi 4.554,70 dolar AS per ons.

Baca juga: H-2 Lebaran, Harga Emas di Abdya Anjlok, Segini Pasaran Per 19 Maret 2026

Analis menilai, tekanan terhadap emas terjadi karena perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kenaikan harga energi akibat konflik Iran mendorong inflasi, sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral utama dunia akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik justru kehilangan daya tariknya dalam kondisi suku bunga tinggi.

 Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga, sehingga investor cenderung beralih ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan bahwa selama setahun terakhir emas banyak diminati oleh investor institusional karena tren pelemahan mata uang.

Baca juga: Harga Emas Hari di Lhokseumawe Naik Rp 90 Ribu/Mayam, Segini Rincian Harga per 19 Maret 2026

 Namun, menurutnya, fondasi tren tersebut mulai melemah dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, masih ada ruang bagi harga emas untuk terus turun, meskipun tren pasar bullish jangka panjang belum sepenuhnya hilang.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar.

 Harga minyak mentah Brent saat ini diperdagangkan di atas 110 dolar AS per barel, setelah Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.

Kondisi geopolitik yang memanas turut meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 19 Maret 2026 Turun Tajam Jelang Idul Fitri, Cek Harga Terbaru per Gram

Bahkan, pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan pengerahan ribuan pasukan tambahan ke Timur Tengah, yang menandakan potensi eskalasi konflik lebih lanjut.

Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami tekanan. Harga perak spot turun tajam 10,7 persen menjadi 67,26 dolar AS per ons.

 Platinum melemah 6,8 persen ke level 1.886,13 dolar AS, sementara paladium turun 4,1 persen menjadi 1.415,41 dolar AS per ons.

Analis pasar menyebutkan bahwa aksi ambil untung oleh investor setelah reli kuat sepanjang 2025 turut mempercepat penurunan harga emas.

Penguatan dolar AS dan pergeseran minat investor ke sektor energi, khususnya minyak dan gas, juga memperburuk tekanan terhadap logam mulia tersebut.

Dengan kondisi ini, pergerakan harga emas ke depan diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta dinamika pasar energi dunia.

Baca juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 18 Maret 2026: UBS dan Galeri24 Mulai Naik, Antam Kembali Menguat

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.