Berikut ini adalah bacaan niat, tata cara, serta amalan sunnah dalam pelaksanaan salat Idulfitri.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari Raya Idulfitri menjadi salah satu momen yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan, umat Muslim merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur.
Salat Idulfitri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki hukum sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan.
Ibadah ini disunnahkan bagi laki-laki maupun perempuan dan dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
Pelaksanaan Salat Ied umumnya dilakukan di masjid apabila mampu menampung jemaah, namun, lebih dianjurkan dilaksanakan di lapangan.
Mengacu pada bimasislam.kemenag.go.id, berikut niat dan tata cara pelaksanaan salat Idul Fitri:
Jika dilakukan secara berjemaah, jumlah minimal jemaah adalah empat orang, terdiri dari satu imam dan tiga makmum.
Menurut Ala’ al-Din al-Samarqandy, salat Idul Fitri juga sah dilaksanakan minimal oleh dua orang.
Tata cara pelaksanaannya sebagai berikut:
a. Diawali dengan niat salat Idul Fitri. Lafal niatnya:
Berjemaah
Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini ma'muman/imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Sendiri
Ushalli sunnata li'idil fithri rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta’ala."
b. Mengucapkan takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
c. Membaca doa iftitah.
d. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (tidak termasuk takbiratul ihram). Di antara tiap takbir dianjurkan membaca:
Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
e. Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah pendek dari Al-Qur’an.
f. Melakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri kembali seperti salat biasa.
g. Pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak lima kali (selain takbir saat berdiri). Di antara tiap takbir dianjurkan membaca:
Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
h. Membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah pendek.
i. Menyempurnakan gerakan salat hingga salam.
j. Setelah salam, disunahkan untuk mendengarkan khutbah Idulfitri.
Khutbah Idul Fitri dilaksanakan secara singkat, terutama jika dilakukan berjemaah.
Mengutip kemenag.go.id, terdapat sejumlah amalan yang dicontohkan oleh SAW dalam menyambut dan merayakan Idul Fitri:
1. Memperbanyak takbir
Rasulullah SAW mengumandangkan takbir sejak malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:
Artinya: “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185).
Takbir Idulfitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu muqayyad (dibatasi, dilakukan setelah salat) dan mursal (tidak dibatasi waktu, dapat dilakukan kapan saja).
2. Berhias dan mengenakan pakaian terbaik
Idulfitri merupakan waktu untuk menampilkan kebahagiaan dengan berhias, seperti membersihkan diri, memotong kuku, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik.
3. Makan sebelum salat Idulfitri
Hari Idulfitri termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa. Rasulullah SAW biasanya makan kurma dalam jumlah ganjil sebelum berangkat salat.
Dalam hadis disebutkan: "Pada waktu Idulfitri Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari).
4. Menggunakan rute berbeda saat pergi dan pulang
Rasulullah melaksanakan salat Idulfitri bersama keluarga dan para sahabat, serta memilih jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.
Selain itu, beliau juga mengakhirkan pelaksanaan salat hingga matahari cukup tinggi agar umat memiliki waktu menunaikan zakat fitrah.
5. Mengunjungi tempat keramaian
Pada suatu kesempatan, Rasulullah menemani Aisyah menyaksikan pertunjukan permainan tombak dan tameng.
Dalam hadis riwayat Ahmad, Bukhari, dan Muslim, disebutkan bahwa Aisyah melihat pertunjukan tersebut dari atas bahu Rasulullah.
6. Bersilaturahmi ke rumah sahabat
Saat Idulfitri, Rasulullah saling mengunjungi dengan para sahabat dan mendoakan kebaikan satu sama lain.
7. Mengucapkan selamat (tahniah)
Hari raya merupakan momen penuh kebahagiaan, sehingga dianjurkan untuk saling memberikan ucapan selamat atas kebahagiaan yang diraih.
Baca juga: Pemerintah Resmi Tetapkan 1 Syawal Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Baca juga: Tim Rukyatul Hilal Kemenag: Secara Hisab 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Baca juga: Daftar 6 Lokasi Salat Idulfitri Muhammadiyah di Jambi Beserta Imam dan Khatib