Garuda Indonesia Proyeksikan 2026 Jadi Tahun Turnaround, Target 118 Armada Aktif
M Zulkodri March 20, 2026 12:20 AM

 

POSBELITUNG.CO--Maskapai nasional Garuda Indonesia memproyeksikan tahun 2026 sebagai titik balik kinerja perusahaan seiring percepatan transformasi bisnis dan pemulihan armada yang terus berjalan.

Dalam upaya tersebut, perseroan menargetkan kesiapan sedikitnya 118 armada hingga akhir 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 68 pesawat Garuda Indonesia dan 50 pesawat anak usahanya, Citilink, yang berada dalam kondisi siap operasi.

Sepanjang tahun buku 2025, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan usaha konsolidasi sebesar 3,22 miliar dolar AS atau turun 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah upaya konsolidasi operasional guna memperkuat fundamental bisnis, termasuk dampak keterbatasan kapasitas produksi akibat sejumlah armada yang masih menjalani perawatan.

Di sisi lain, perseroan membukukan rugi bersih sebesar 319,39 juta dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi fluktuasi nilai tukar serta peningkatan biaya tetap seiring program pemulihan armada.

Meski demikian, jumlah armada yang siap operasi menunjukkan tren peningkatan.

Hingga akhir 2025, Garuda Indonesia Group mengoperasikan 99 pesawat, naik dari sekitar 84 pesawat pada pertengahan tahun. 

Sementara itu, sebanyak 43 pesawat masih dalam tahap perawatan.

Dari sisi trafik, jumlah penumpang tercatat mencapai 21,2 juta, atau mengalami penurunan 10,5 persen secara tahunan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut tekanan kinerja sepanjang 2025 dipengaruhi penurunan passenger yield, pelemahan rupiah, serta tantangan rantai pasok global di industri penerbangan.

Namun demikian, manajemen tetap optimistis pemulihan armada dan implementasi transformasi secara konsisten akan mendorong perbaikan kinerja operasional secara bertahap.

Dari sisi permodalan, Garuda Indonesia mencatat perbaikan signifikan setelah memperoleh dukungan pendanaan dari pemegang saham.

Pada akhir 2025, ekuitas perseroan kembali positif sebesar 91,9 juta dolar AS, berbalik dari posisi negatif 1,35 miliar dolar AS sebelumnya.

Dukungan pendanaan yang mencapai sekitar Rp23,7 triliun tersebut dialokasikan untuk percepatan perawatan dan reaktivasi armada, serta penyelesaian kewajiban Citilink.

Sebagian besar dana digunakan untuk memperkuat operasional anak usaha, sementara sisanya mendukung kebutuhan induk perusahaan.

Likuiditas perusahaan juga menunjukkan penguatan, dengan posisi kas dan setara kas mencapai 943,4 juta dolar AS pada akhir 2025, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai bagian dari strategi pemulihan, Garuda Indonesia mempercepat program perawatan armada, termasuk pada pesawat jenis Boeing 737-800NG, Boeing 777-300ER, dan Airbus A330, serta melakukan overhaul komponen utama seperti mesin dan roda pendaratan.

Untuk menopang fase turnaround, perseroan menjalankan 11 inisiatif strategis, mulai dari optimalisasi jaringan rute, peningkatan kapasitas armada, transformasi digital, hingga penguatan pengalaman pelanggan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Garuda Indonesia optimistis tahun 2026 akan menjadi fase akselerasi pemulihan kinerja sekaligus memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional di tengah dinamika industri penerbangan global.(*)

Posbelitung.co/Kontan.co

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.