Tradisi Mabbaca-baca di Sinjai Hidup Jelang Lebaran, Warga Pererat Kebersamaan dan Doa Bersama
Ansar March 20, 2026 03:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Warga Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menghidupkan tradisi mabbaca-baca menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Tradisi ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Dilaksanakan rutin setiap tahun menjelang hari besar keagamaan.

Mabbaca-baca merupakan ritual lisan khas masyarakat Bugis.

Sarat nilai religius dan budaya.

Ritual ini berisi doa-doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

Atas nikmat yang telah diberikan.

Selain itu, doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi keluarga.

Prosesi mabbaca-baca biasanya dipimpin tokoh masyarakat atau orang yang memiliki pengetahuan agama.

Warga berkumpul bersama keluarga besar.

Mengikuti prosesi secara khidmat.

Warga setempat, Kasma (48), mengatakan tradisi ini diwariskan secara turun-temurun.

“Tradisi ini sudah ada sejak dulu dan terus kami jaga hingga sekarang,” katanya.

Menurutnya, mabbaca-baca bukan sekadar doa.

Tetapi juga sarana mempererat kebersamaan.

“Kita bisa mempererat kebersamaan bersama keluarga,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat menyiapkan berbagai hidangan tradisional.

Sebagai pelengkap ritual.

Warga lainnya, Jumrah (52), mengatakan tradisi ini memberi ketenangan batin menjelang Lebaran.

“Kami merasa lebih tenang karena sudah berdoa bersama untuk keselamatan dan keberkahan,” katanya.

Ia juga menyebut suasana desa terasa lebih hangat.

“Rasanya lebih dekat satu sama lain,” ujarnya.

Warga Lamatti Riaja melaksanakan tradisi mabbaca-baca jelang Lebaran Idulfitri 2026. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.