BOLASPORT.COM - AFC belum lama ini secara mengejutkan dikabarkan memilih untuk menghentikan proses bidding tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035.
Hal ini tentu berdampak kepada Indonesia.
Seperti yang diketahui, Indonesia ikut bidding khususnya untuk menjadi tuan rumah PIala Asia 2031.
Indonesia harus bersaing dengan Australia, India, Korea Selatan, Kuwait dan gabungan dari Kirgistan, Tajikistan, dan Uzbekistan.
AFC sendiri sebelumnya membuka pendaftaran untuk menjadi tuan rumah dari tanggal 27 Agustus 2025 hingga 31 Desember 2025.
"Menindaklanjuti usulan yang diajukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa pada Kongres AFC ke-35 untuk menjajaki kemungkinan mengajukan pilihan tuan rumah untuk edisi 2031 dan 2035."
"Piala Asia AFC untuk disetujui dalam satu Kongres, AFC telah menyelesaikan proses penerimaan penawaran dari Asosiasi Anggota (MA) yang berminat untuk Piala Asia AFC 2035," tulis rilis di laman AFC.
"Proses penawaran untuk Piala Asia AFC 2031 telah diselesaikan tahun lalu dan menarik minat yang kuat dari seluruh benua."
"Selanjutnya, sejalan dengan pendekatan visioner Presiden AFC, undangan untuk mengajukan penawaran untuk edisi 2035 dikirimkan kepada MA pada 27 Agustus 2025, dengan batas waktu pengajuan ditutup pada 31 Desember 2025," sambungnya.
Sementara itu, kejutan terjadi pada Kamis (19/3/2026).
Beredar adanya surat keputusan dari AFC untuk menghentikan proses bidding untuk tuan rumah Piala Asia 2031 dan 2035.
Dalam surat tersebut AFC mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sempat mengajukan diri menjadi tuan rumah.
"Kami merujuk pada surat kami tertanggal 27 November 2024 dan 27 Agustus 2025 serta ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Asosiasi Anggota Penawar atas minat mereka untuk berpartisipasi dalam proses penawaran Piala Asia AFC 2031 dan Piala Asia AFC 2035," tulis AFC.
"Sesuai dengan Pasal 8.1 dari Regulasi Penawaran untuk Kompetisi, dengan penyesalan kami sampaikan bahwa proses penawaran saat ini untuk Kompetisi akan dihentikan sepenuhnya," sambungnya.
AFC lalu menjelaskan bahwa keputusan pengentian ini merupakan hasil dari komunikasi dengan FIFA.
Semua disebabkan akibat adanya rencana perubahan kalender internasional.
AFC tak mau mengambil risiko dengan menentukan tuan rumah padahal jadwal kompetisi belum pasti.
"Keputusan ini mengikuti komunikasi terbaru dari FIFA terkait perubahan yang diantisipasi terhadap kalender pertandingan internasionalnya, termasuk permintaan agar Piala Asia diselenggarakan pada tahun genap, yang telah diselaraskan oleh AFC setelah melalui pertimbangan yang matang."
"Perkembangan ini akan berdampak signifikan terhadap penjadwalan dan perencanaan Kompetisi, sehingga AFC menilai perlu menghentikan proses penawaran saat ini guna menghindari ketidakpastian dalam pengaturan tuan rumah," tulis AFC.
Terakhir, AFC berniat akan kembali melakukan bidding dari awal .
Hanya, jadwal bidding terbaru belum bisa dipastikan kapan akan digelar.
"Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh BMA atas waktu, upaya, dan minat yang telah ditunjukkan dalam berpartisipasi pada proses penawaran."
"Setelah pertimbangan ini diselesaikan dan proses penawaran baru diluncurkan, kami berharap dapat terus mengandalkan dukungan penuh serta partisipasi Anda," tutup AFC.