Jadwal Imsakiyah Tarakan Hari Ini 30 Ramadan 1447 H, Lengkap Waktu Buka Puasa
Amiruddin March 20, 2026 04:46 AM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Cek Jadwal Imsakiyah Tarakan hari ini 30 Ramadan 1447 H, yang dilengkapi waktu buka puasa, pada Jumat (20/3/2026).

Tak terasa, hari ini telah memasuki hari ke-30 Ramadan 1447 H atau Ramadan 2026 M.

Artinya telah sampai di penghujung Ramadan.

Hari ke-30 Ramadan, TribunKaltara.com sajikan Jadwal Imsakiyah Tarakan hari ini.

Sekadar diketahui, Kota Tarakan terletak di Provinsi Kalimantan Utara.

Kota Tarakan memiliki 4 kecamatan, yaitu Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Timur, dan Tarakan Utara.

Kota Tarakan satu-satunya daerah berstatus Kota, dari lima wilayah administratif di Kaltara.

Untuk diketahui, Imsak adalah istilah yang merujuk pada waktu berhenti makan dan minum menjelang dimulainya puasa Ramadan.

Sedangkan buka puasa saat bulan puasa Ramadan, dimulai sejak masuk waktu Maghrib (saat matahari terbenam).

Pada 30 Ramadan 2026 hari ini, waktu Imsak di Tarakan pukul 04.50 WITA.

Sedangkan waktu buka puasa Tarakan hari ini pukul 18.23 WITA.

Pada 30 Ramadan 1447 H atau Ramadan 2026, TribunKaltara.com sajikan Jadwal Imsakiyah Tarakan yang Tribuners penting ketahui.

Anda juga bisa download Jadwal Imsakiyah Tarakan sebulan penuh dengan klik di sini 

 

 

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
KOTA TARAKAN
Imsak 04:50
Subuh 05:00
Zhuhr 12:21
‘Ashr 15:26
Maghrib 18:23
‘Isya’ 19:32
Selengkapnya

 

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Tarakan Hari Ini Resmi Kemenag, Lengkap Niat Puasa Ramadan

 

Berikut Jadwal Imsakiyah Tarakan hari ini

Imsak: 04.50

Subuh: 05.00

Terbit: 06.11

Duha: 06.38

Zuhur: 12.21

Asar: 15.26

Magrib: 18.23

Isya: 19.32

 

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Bontang Hari Ini 27 Ramadan 2026: Imsak, Buka Puasa, hingga Waktu Salat

- Niat puasa Ramadan

Dalam buku Panduan Ramadan Bekal Meraih Ramadan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.

- doa buka puasa

Berikut ini doa buka puasa:

Lafaz Pertama,

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.

Lafaz Kedua,

Selain doa buka puasa di atas, ada satu pendapat lainnya tentang doa buka puasa yang berasal dari hadis Rasulullah SAW yaitu sebagai berikut,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki. (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud: 2/306, no. 2357 dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678).

- Amalan saat sahur dan buka puasa

Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Dr Imam Makruf menyampaikan, Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk menyegerakan berbuka puasa saat azan Magrib berkumandang.

Sementara, orang yang berpuasa sebaiknya menjalankan sahur saat mendekati waktu imsak.

"Amalan sunah yang dituntunkan Rasulullah SAW adalah mempercepat atau mensegerakan Takjil atau berbuka puasa, dan mengakhirkan dalam melakukan sahur," ujar Imam dalam tayangan YouTube Tribunnews.com.

Menurutnya, amalan sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW tersebut menyenangkan untuk dilakukan oleh orang yang berpuasa.

"Ini amalan yang mudah juga menyenangkan. Siapa yang tidak suka kalau berbuka lebih cepat?"

"Siapa yang tidak senang kalau sahur di akhir agar puasa kita lebih baik," ungkapnya.

Imam Makruf menambahkan, melakukan amalan sunah akan menambah pahala di bulan Ramadan.

"Ibadah di bulan Ramadan begitu terbuka dan banyak yang bisa kita lakukan untuk menambah pahala."

"Amalan sunah bisa menyempurnakan dan tambahan keberkahan kita di bulan Ramadan," jelas dia.

Disclaimer:  Jadwal Imsakiyah dan buka puasa ini bersumber dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.