TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Empat pemancing yang sempat terjebak di tengah lautan akibat kerusakan mesin kapal akhirnya berhasil diselamatkan.
Personel Sat Polairud Polres Kutai Timur berhasil mengevakuasi mereka dari perairan perbatasan Bontang, tepatnya di kawasan Teluk Lombok, Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (19/3/2026) malam.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis di tengah kondisi laut yang gelap.
Kapal beserta seluruh penumpang ditarik oleh petugas menuju Dermaga Kenyamukan dan tiba dengan selamat pada pukul 21.40 Wita.
Baca juga: Polres Kutim Siagakan 930 Personel Amankan Nyepi dan Malam Takbiran Idulfitri
Kejadian ini bermula saat kapal tersebut mengalami mati mesin mendadak sehingga terombang-ambing tak berdaya mengikuti arus.
Operasi penyelamatan ini merupakan respons cepat pihak kepolisian setelah menerima laporan darurat sekitar pukul 19.00 Wita.
Tim SAR Sat Polairud langsung menerjunkan personel dan armada untuk menyisir koordinat terakhir keberadaan para pemancing tersebut di wilayah perbatasan laut.
"Kami mengapresiasi respons cepat personel Sat Polairud yang sigap turun ke lapangan sehingga kapal pemancing dapat segera ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat," ucap Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto.
Upaya pencarian tidak memakan waktu lama berkat koordinasi yang baik.
Sekitar pukul 19.45 Wita, tim berhasil mendeteksi posisi kapal di tengah kegelapan malam. Petugas memastikan keempat penumpang dalam kondisi fisik yang stabil meski sempat mengalami kepanikan akibat kendala teknis pada mesin kapal mereka.
Pihak kepolisian menekankan bahwa kehadiran Polri di wilayah perairan sangat krusial, terutama dalam menangani situasi darurat (SAR).
Langkah sigap ini diambil guna meminimalisir risiko kecelakaan laut yang lebih fatal, mengingat cuaca dan kondisi mesin kapal yang tidak terprediksi.
"Keselamatan adalah hal utama. Kami mengingatkan agar selalu melakukan pengecekan mesin dan perlengkapan sebelum berlayar, serta tidak ragu untuk segera melapor apabila mengalami kendala di tengah laut," tambahnya.
Setelah memastikan seluruh penumpang aman, petugas segera memasang tali penarik untuk membawa kapal pemancing tersebut bersandar.
Perjalanan menuju dermaga dilakukan dengan sangat hati-hati demi menjaga stabilitas kapal yang ditarik agar tidak terbalik akibat hantaman ombak malam hari.
Setibanya di Dermaga Kenyamukan, para pemancing langsung diberikan arahan dan pemeriksaan singkat sebelum diperbolehkan pulang.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga yang hobi melaut untuk tidak menyepelekan kesiapan sarana transportasi air yang digunakan.
Fauzan juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan penghobi mancing, untuk selalu membawa alat komunikasi dan perlengkapan keselamatan standar.
Hal ini penting agar jika terjadi keadaan darurat, koordinat posisi dapat segera diinformasikan kepada petugas untuk penanganan lebih lanjut.
"Pastikan kondisi kapal dalam keadaan prima sebelum melaut, serta perhatikan faktor keselamatan seperti kelengkapan alat komunikasi. Kami ingin memastikan warga merasa aman saat beraktivitas di wilayah hukum Polres Kutai Timur," pungkasnya. (*)