TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di tengah sorak-sorai masyarakat merayakan perayaan ogoh-ogoh di Hari Pengerupukan, peristiwa tegang terjadi di Banjar Intaran, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu 18 Maret 2026 malam.
Sebuah toko sembako dan lalapan terbakar.
Informasi dihimpun Tribun Bali, Jumat 20 Maret 2026, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke Dinas Damkar Gianyar oleh I Kadek Agus Ariawan (31), yang iuga anggota pemadam kebakaran.
Baca juga: PERCIKAN Las Diduga Picu Kebakaran Bengkel di Bubunan Seririt, Kerugian Merta Hingga Rp500 Juta
Laporan melalui sambungan telepon sekitar pukul 22.14 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel pemadam kebakaran dari Pos Ubud langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 22.21 Wita, dengan jarak tempuh kurang lebih 3,4 kilometer.
Di tengah padatnya aktivitas masyarakat yang tengah mengarak ogoh-ogoh.
Baca juga: HANGUS Sepeda Motor Dilalap Api, Bangunan Tribun Lapangan Pangyangan Kebakaran
Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam kebakaran Gianyar, I Putu Yudanegara saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.
Kata dia, saat tiba di lokasi, pihaknya langsung berusaha menghalau api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Dalam hal ini, pihaknya melakukan upaya pemadaman dengan melibatkan tiga unit mobil tangki.
Baca juga: TRAGEDI Kebakaran Hebat di Bangli Ludeskan LPD Cempaga, Kerugian Masih Dihitung!
"Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian, kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan," ujarnya.
Adapun kios yang terbakar diketahui milik I Made Sudiarnata (47), seorang wiraswasta yang berdomisili di Banjar Guliang, Desa Pejeng Tengah, Kecamatan Tampaksiring.
"Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian," ujarnya. (*)