Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Warga Kota Ambon digegerkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan di bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Jumat (20/3/2026) dini hari.
Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya, mengonfirmasi identitas korban sebagai Sandrina Villia Caniago (21), warga Kompleks Lantamal IX, Halong, Kecamatan Baguala.
Kronologi Penemuan di Pondasi Jembatan
Peristiwa tragis ini mulai terungkap sekitar pukul 02.30 WIT. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas pondasi penyangga (pilon) Jembatan Merah Putih.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian korban terlihat berada di atas jembatan.
Beberapa warga bahkan sempat melihat korban berdiri di luar pagar pembatas jembatan.
Baca juga: Evakuasi Dramatis, Tim SAR Gabungan Angkat Jenazah Perempuan dari Pilar Tengah JMP Ambon
Baca juga: Keberuntungan Datang! 4 Zodiak Ini Diprediksi Raih Hoki Besar Hari Ini
Seorang saksi mata, Rio Tauran (25), menceritakan bahwa saat melintas sekitar pukul 03.00 WIT, ia melihat kerumunan warga di tengah JMP.
"Warga di lokasi menyebut ada seorang perempuan yang melompat dari atas jembatan," ujarnya.
Diduga Melompat dari Pagar Pembatas
Laporan warga ke Pos Pengamanan JMP Poka memperkuat dugaan aksi bunuh diri tersebut.
Saksi melihat seorang perempuan berjilbab berdiri di luar pagar pembatas sebelum akhirnya melompat ke arah laut.
Informasi lain menyebutkan bahwa korban sempat turun dari jasa ojek daring (online) di tengah jembatan sebelum akhirnya menaiki pagar pembatas.
Proses Evakuasi Tim Gabungan
Merespons laporan tersebut, aparat kepolisian segera menuju lokasi. Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Restu H. Purba, tiba di lokasi sekitar pukul 03.10 WIT bersama personelnya untuk memulai pencarian.
Upaya evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas Ambon, Polda Maluku, Polresta Ambon, dan tim medis.
Korban akhirnya ditemukan terbaring menyamping di bagian pondasi pilon tengah jembatan.
Kepala Kantor SAR Ambon, M. Arafah, menjelaskan bahwa timnya tiba di lokasi pukul 05.00 WIT.
"Pukul 07.40 WIT, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari penyangga beton JMP dalam kondisi meninggal dunia," jelas Arafah.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berwarna merah muda dan celana hitam. Petugas juga menemukan jilbab milik korban di sekitar lokasi.
Kondisi Korban dan Penolakan Otopsi
Berdasarkan identifikasi awal, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka robek di bagian belakang kepala, luka pada pinggang kiri, lecet pada kaki, serta patah tulang pada lengan kiri.
Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet menuju tepi pantai, lalu dibawa ke RS Bhayangkara Ambon menggunakan ambulans Polda Maluku.
Sekitar pukul 09.15 WIT, pihak keluarga korban tiba di rumah sakit.
Keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi.
Jenazah kini telah dibawa ke rumah duka di kawasan Lantamal IX Halong.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan motif di balik kejadian tersebut. (*)