BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksi balap liar yang meresahkan warga kembali terjadi di kawasan Bundaran Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (19/3/2026) dini hari.
Sejumlah remaja nekat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan umum, meski berisiko membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Kegiatan ilegal tersebut akhirnya dibubarkan oleh personel Polsek Nongsa setelah adanya laporan dari masyarakat.
Berdasarkan informasi, laporan masuk lewat 110 sekitar pukul 03.20 WIB melalui SPKT Polsek Nongsa yang diteruskan oleh piket 110 Polresta Barelang.
Warga melaporkan adanya aktivitas balap liar di ruas jalan depan PT Apipa Kabil yang kerap dijadikan lintasan oleh para remaja.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Nongsa Kompol Eriman langsung mengerahkan personel piket Samapta bersama unit Opsnal untuk menuju lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sekelompok remaja tengah berkumpul hendak melakukan balapan liar.
Tanpa menunggu lama, polisi segera mengambil tindakan tegas dengan membubarkan kerumunan tersebut.
Para remaja yang terlibat langsung diminta menghentikan aktivitasnya dan meninggalkan lokasi.
Selain pembubaran, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para remaja agar tidak mengulangi perbuatannya.
Polisi menegaskan bahwa aksi balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Balap liar sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Kami mengimbau kepada para orang tua untuk turut mengawasi anak-anaknya, terutama pada jam-jam rawan,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Eriman, Jumat (20/3/2026).
Sekitar pukul 03.30 WIB, situasi di lokasi berhasil dikendalikan dan dinyatakan aman serta kondusif. Seluruh personel kemudian kembali ke Mapolsek Nongsa setelah memastikan tidak ada lagi aktivitas mencurigakan.
Diketahui, sejumlah ruas jalan di wilayah Nongsa kerap dijadikan arena balap liar, terutama pada malam hingga dini hari.
Lokasi seperti Simpang Taiwan menuju Teluk Bakau, Batu Besar, hingga depan PT Apipa Kabil menjadi titik rawan karena kondisi jalan yang relatif sepi dan lurus. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)