JUARA.NET - Pasangan ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah angkat bicara usai berhasil lolos ke babak perempat final.
Amri/Nita diketahui menjadi wakil terakhir Indonesia yang masih bertahan di sektor ganda campuran.
Duo ganda campuran itu berhasil mengamankan tiket perempat final bersama tiga wakil Indonesia lainnya.
Amri/Nita memastika diri lolos ke babak perempat final Orleans Masters 2026 usai menaklukkan wakil Belanda, Brian Wassink/Debora Jille.
Duo Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor 21-13 21-12.
Kemenangan itu pun membuat Amri bersyukur dan mengakui bahwa mereka menang karena lebih siap dari lawan.
"Alhamdulillah bisa selesai main tanpa cedera, bisa memenangkan laga di babak kedua."
"Tadi pertandingan awalnya cukup kaget juga karena lawannya bukan yang jelek, mereka mainnya bagus. Cuma memang tadi kami lebih siap antisipasinya," ungkap Amri.
"Kemanapun mereka mengarahkan bolanya kami sudah siap dan tidak gampang mati sendiri."
"Kami juga terus mencoba untuk memberikan tekanan untuk mereka," lanjutnya.
Amri pun mengakui bahwa peluang di sektor ganda campuran Orleans Masters 2026 merata.
Tapi, ia yakin bahwa mereka bisa melewati tantangan yang ada.
"Persaingan di ganda campuran cukup bagus di sini. Banyak pemain berkualitas yang turun jadi kansnya merata. Tapi kami yakin kami bisa melewatinya," tambah Amri.
Sementara itu, Nita mengakui bahwa fokus berperan penting dalam kemenangan mereka.
"Di gim kedua, poin-poin awal mereka pengembaliannya menempel net lalu bergulir.Sulit untuk dikembalikan."
"Tapi setelah itu kami coba fokus lagi, tidak memikirkan sedang ketinggalan tapi coba ambil satu poin demi satu poin."
"Coba pegang kendali lagi seperti gim pertama. Setelah interval kami sudah pegang lagi kendali permainannya," terang Nita.
Setelah berhasil lolos ke babak perempat final, Amri/Nita akan menghadapi tantangan berikutnya.
Mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua asal Denmark, M Christiansen/Alexandre Boje.
Menghadapi duo Christiansen/Boje, Amri/Nita harus waspada, mengingat lawan lebih unggul dari segi ranking.