Keren! UB Kembali Dipercaya UNESCO Wakili RI Terjemahkan Laporan Air Dunia
GH News March 20, 2026 02:09 PM
Jakarta -

Prestasi membanggakan kali ini diraih oleh kampus asal Malang yakni Universitas Brawijaya (UB). UB dipercaya Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) untuk menerjemahkan laporan air dunia.

Laporan tersebut berupa ringkasan eksekutif laporan PBB soal kondisi sumber daya air dunia pada tahun ini. "Kepercayaan kepada UB yang diberikan oleh UNESCO merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar," kata Rektor UB, Prof Widodo, SSi, MSi, PhD Med Sc dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

Tak hanya itu, terjemahan hasil UB ini diterbitkan ke dalam sebuah buku dengan judul . Buku ini diluncurkan secara internasional di Paris, Prancis pada Kamis (19/3/2026) lalu, tepat di Hari Air Sedunia.

Adapun isi dari buku adalah gambaran komprehensif soal tantangan serta strategi pengelolaan sumber daya air secara global.

Menurut Widodo, apa yang dilakukan UB tersebut selaras dengan prinsip kampus untuk tidak hanya membangun reputasi akademik, tapi juga memberikan manfaat lain bagi masyarakat.

Buku laporan ini diterbitkan UNESCO WWAP atas nama UN-Water. Peran UB dalam proses transali tak lepas dari keterlibatannya dalam komite nasional untuk Intergovernmental Hydrological Programme (IHP) UNESCO.

UB Telah Ditunjuk Sejak 2025

Penunjukan UB sebagai penerjemah laporan air dunia sudah dilakukan sejak 2025 lalu. Dijelaskan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Internasionalisasi Prof Andi Kurniawan, S Pi, M Eng, D Sc, UB dan UNESCO telah berkoordinasi secara intensif.

"UB tidak hanya bertindak sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai representasi Indonesia. Kami memiliki tanggung jawab memastikan informasi ilmiah ini dapat diakses dan dipahami masyarakat luas," jelasnya.

Ia mengatakan informasi laporan ini perlu disebarluaskan dalam bahasa yang mudah dipahami. Pasalnya, laporan PBB adalah referensi ilmiah yang sifatnya krusial.

"Kalau kita berbicara tentang globalisasi peran perguruan tinggi, maka tidak cukup hanya bekerja sama dengan kampus luar negeri. Kita harus masuk ke lembaga strategis dunia, dan salah satu yang paling relevan dengan bidang pendidikan dan sumber daya air adalah UNESCO," jelasnya.

Peran kesetaraan gender dalam pengelolaan air juga dapat dibaca dalam buku . Kesetaraan gender juga menjadi kunci dalam pengentasan kemiskinan sebagaimana dalam poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

"Dengan menjadi UNESCO Chair, diharapkan formula pengelolaan air di UB bisa dirumuskan secara sistematis untuk menyelesaikan permasalahan di kawasan Asia Pasifik maupun dunia," kata Andi.

Direktur Regional UNESCO di Jakarta Maki Katsuno-Hayashikawa menyebut laporan Pembangunan Air Dunia PBB 2026 menunjukkan temuan lain soal adanya ketimpangan gender yang memengaruhi krisis air.

"Tersedianya Ringkasan Eksekutif dalam Bahasa Indonesia membantu memastikan bahwa pengetahuan ini dapat mendasari keputusan dan tindakan yang lebih inklusif di Indonesia," kata Maki.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.