5 Amalan Terbaik di Bulan Syawal Menurut Baznas, Termasuk Bersihkan Harta dan Hati dari Sifat Kikir
Mulyadi Danu Saputra March 20, 2026 03:51 PM

 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagian besar kaum muslim telah merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada hari ini, Jumat (20/3/2026). 

Sebagian besar lainnya akan berlebaran pada Sabtu (21/3/2026) besok.

Terlepas dari itu, Syawal hadir sebagai waktu untuk bersyukur, mempererat silaturahmi, dan melanjutkan kebaikan yang telah ditempa. 

Baca juga: Anjuran Amalan Sedekah di Bulan Syawal, Ustadz Abdul Somad Sebut Konsistensi Ibadah Usai Bulan Suci

Bulan ini tidak hanya menandai kemenangan setelah berpuasa, tapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan melalui berbagai amalan mulia.

Mengutip laman Baznas RI,  Syawal adalah bulan ke-10 dalam kalender Hijriah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. 

Kata Syawal berasal dari bahasa Arab yang berarti “peningkatan” atau “ketinggian,” menggambarkan semangat umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan setelah Ramadhan. 

Bulan ini diawali dengan Hari Raya Idulfitri, yang menjadi simbol kemenangan spiritual setelah sebulan berpuasa.

Keistimewaan Syawal terletak pada suasana penuh sukacita dan kebersamaan. 

Pada hari pertama Syawal, umat Islam merayakan Idulfitri dengan salat Id, bersilaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh” (HR Muslim). 

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala amalan di bulan Syawal.

Selain itu, Syawal juga menjadi waktu untuk merefleksikan perjalanan spiritual selama Ramadhan. 

Umat Islam diajak untuk mengevaluasi ibadah mereka dan mempertahankan kebiasaan baik, seperti membaca Al-Qur’an, sedekah, dan menjaga akhlak mulia. 

Dengan demikian, Syawal bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Syawal juga dikenal sebagai bulan silaturahmi. Tradisi saling mengunjungi keluarga, tetangga, dan sahabat menjadi ciri khas bulan ini. 

Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan, tetapi juga menjadi sarana untuk saling memaafkan, sehingga hati menjadi bersih dan hubungan antarmanusia semakin harmonis.

Secara keseluruhan, Syawal adalah waktu untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, baik berupa kesehatan, rezeki, maupun kesempatan untuk beribadah. 

Dengan memahami makna Syawal, umat Islam dapat menjadikan bulan ini sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Amalan Terbaik di Bulan Syawal

Ada banyak amalan yang dapat dilakukan di bulan Syawal untuk meraih keberkahan. 

Salah satu amalan utama adalah puasa sunah enam hari di bulan Syawal, yang sering disebut sebagai puasa Syawal. 

Amalan ini memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas. 

Puasa ini dapat dilakukan secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, sesuai kemampuan masing-masing individu.

Selain puasa, menjaga silaturahmi menjadi amalan penting di bulan Syawal. 

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari dan Muslim). 

Di bulan Syawal, umat Islam dianjurkan untuk mengunjungi keluarga, memaafkan kesalahan, dan mempererat hubungan dengan orang-orang di sekitar. 

Silaturahmi ini menjadi wujud nyata dari semangat Idul Fitri.

Syawal juga merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan sedekah. 

Setelah membayar zakat fitrah di akhir Ramadhan, umat Islam dapat melanjutkan kebaikan dengan bersedekah kepada fakir miskin atau membantu mereka yang membutuhkan. 

Sedekah di bulan Syawal tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membersihkan harta dan hati dari sifat kikir.

Membaca dan mentadaburi Al-Qur’an juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan di bulan Syawal. 

Kebiasaan membaca Al-Qur’an yang telah terbentuk selama Ramadhan sebaiknya dipertahankan di Syawal. 

Dengan membaca Al-Qur’an, umat Islam dapat terus menjaga hubungan dengan firman Allah dan mendapatkan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, menjaga akhlak mulia adalah amalan yang tidak boleh dilupakan di bulan Syawal. 

Bulan ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa bersabar, rendah hati, dan berbuat baik kepada sesama. 

Dengan akhlak yang baik, Syawal menjadi waktu untuk menunjukkan bahwa ibadah selama Ramadhan telah membentuk pribadi yang lebih mulia.

(BanjarmasinPost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.