SRIPOKU COM, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi memulai pemberangkatan Program Mudik Gratis Idulfitri 1447 H. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, H. Edward Candra, melepas keberangkatan ratusan pemudik yang menggunakan moda transportasi bus di halaman Griya Agung, Palembang, Selasa (17/3/2026).
Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026.
"Program mudik gratis ini hadir untuk memberikan kenyamanan dan memastikan keselamatan warga menuju kampung halaman. Kami berharap masyarakat merasakan manfaat langsung dari fasilitas ini," ujar Edward Candra saat memberikan sambutan pelepasan.
Cakupan Rute Dalam dan Luar Provinsi
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Musni Wijaya, memaparkan bahwa tahun ini pemerintah menyediakan tiga moda transportasi, yakni bus, kereta api, dan speedboat. Khusus untuk jalur darat, pemerintah mengerahkan puluhan armada bus untuk melayani rute jarak jauh.
Untuk rute Luar Provinsi (AKAP), sebanyak 12 unit bus dikerahkan dengan 8 rute strategis menuju kota-kota besar di Sumatera dan Jawa, antara lain:
Sumatera: Medan, Padang Sidempuan, Bukit Tinggi, dan Solok.
Jawa: Jakarta, Bandung, Yogyakarta (Terminal Giwangan), dan Solo (Terminal Tirtonadi).
Sementara untuk rute Dalam Provinsi, tersedia 15 unit bus yang melayani 6 jalur utama menuju wilayah Pagar Alam, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Muratara, hingga Ogan Komering Ulu (OKU) Raya.
Total Penumpang dan Jalur Perairan
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah pemudik bus tahun ini terbagi hampir merata, yakni 470 orang untuk rute dalam provinsi dan 471 orang untuk rute luar provinsi.
Tak hanya jalur darat, pada hari yang sama pemerintah juga memberangkatkan pemudik melalui jalur perairan. Sebanyak 60 orang pemudik gratis diberangkatkan menggunakan speedboat dengan tujuan wilayah perairan seperti Makartijaya dan Muara Padang.
Pesan Keselamatan bagi Pengemudi
Dalam arahannya, Sekda Sumsel memberikan peringatan keras kepada para pengemudi bus untuk tidak ugal-ugalan dan mengutamakan keselamatan penumpang di atas kecepatan.
"Tanggung jawab pengemudi sangat besar. Pastikan kondisi fisik prima dan kendaraan laik jalan agar seluruh warga kita sampai di tujuan dengan selamat untuk berkumpul bersama keluarga," pungkasnya.