Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi warga Bandung Raya, Bandung Zoo atau kebun binatang bukan sekadar tempat rekreasi.
Ada kenangan masa kecil, kebiasaan keluarga, hingga tradisi Lebaran yang terus berulang dari tahun ke tahun.
Banner hingga informasi kebun binatang ditutup sementara pun terpampang diantara gerbang kedatangan.
H-1 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dijadikan momentum oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan untuk bertemu dengan para pegawai.
Kedatangan orang nomor satu di Kota Bandung pun disambut oleh Animal Edutaiment, salah satu hiburan di Bandung Zoo.
Dari mulai angsa hingga anjing menunjukkan aktraksinya. Aksi tersebut memang populer di kebun binatang sebagai wahana interaktif antara pengunjung dan satwa.
Di hadapan para pegawai Bandung Zoo, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengucapkan permohonan maaf.
Farhan menyebut, tradisi Lebaran berkumpul di Bandung Zoo, yang selama ini jadi kebiasaan warga, dipastikan tidak bisa digelar tahun ini.
“Saya datang ke sini sore hari ini dengan hati semendung cuaca sekarang. Karena saya harus minta maaf bahwa tradisi Lebaran Kumpul di Drenten (kebun binatang) tahun ini tidak bisa dilaksanakan. Saya mohon maaf di dalam hati yang paling dalam. Ini sebuah keputusan yang sangat berat kami ambil,” ujar Farhan, saat memberikan Kadedeuh untuk para pekerja Bandung Zoo, Jumat (20/3/2026).
Farhan pun mengaku memahami betul hal itu. Ia sendiri bukan orang asing bagi tempat tersebut.
Namun, di balik keputusan menutup kawasan itu saat Lebaran, ada persoalan panjang yang menurutnya tak bisa diabaikan.
“Karena memang kami harus konsisten pada sebuah prinsip bahwa sejak pertama kali saya terekspos pada masalah Bandung Zoo ini, saya hanya berketetapan satu yaitu kita ikuti semua aturan hukum yang berlaku,” katanya.
Selama masa penutupan, kebun binatang tidak akan menerima pengunjung sama sekali.
"Penutupan ini dilakukan menyusul belum adanya pengelola resmi yang ditunjuk dalam skema kerja sama pemanfaatan (KSP) setelah izin lembaga konservasi sebelumnya tidak lagi berlaku."
Dikatakan Farhan, pihaknya sudah bertemu langsung dengan para pekerja kebun binatang yang sejak Februari belum menerima haknya.
Ia menyebut kondisi itu terjadi karena proses pencairan dana dari Pemerintah Kota Bandung masih menunggu penandatanganan kesepakatan.
“Paling cepat dana bisa cair pada bulan April, sesuai janji kami,” kata Farhan.
Di tengah situasi tersebut, bantuan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Farhan mengatakan, setiap pekerja menerima Rp1 juta sebagai bentuk kepedulian.
Meski dalam keterbatasan, aktivitas perawatan satwa tetap berjalan. Para pekerja masih menjalankan tugasnya, dengan pengawasan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Namun, kebun binatang dipastikan tetap ditutup untuk umum selama masa Lebaran.
Pemkot Bandung menargetkan proses penunjukan pengelola baru rampung pada akhir April 2026. Jika sesuai rencana, pengelolaan dan operasional baru bisa berjalan mulai Mei.
Farhan menegaskan, calon pengelola harus berstatus lembaga konservasi berbadan hukum yang mengantongi izin dari Kementerian Kehutanan. Selain itu, ada syarat lain yang tidak kalah penting.
“Pegawai lama harus tetap dipertahankan dan konsepnya tidak boleh menghilangkan tradisi Drenten yang khas Sunda,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar nilai sejarah kebun binatang tetap dijaga, termasuk warisan dari keluarga pendirinya.
Proses seleksi pengelola akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari KSDAE, BKSDA, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, unsur Pemkot Bandung, hingga para ahli dan budayawan.
Sebagai pengganti destinasi wisata, Farhan menyarankan warga untuk berkunjung ke Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura), terutama untuk kegiatan alam seperti botram.
Kendati demikian, kawasan tersebut baru akan dibuka pada hari kedua Lebaran atau 2 Syawal.
Sementara itu, sejumlah ruang publik lain di Kota Bandung tetap bisa diakses secara terbatas. Kawasan bawah Baksil dan Teras Cikapundung dibuka, sedangkan area atas Baksil dan Teras Cihampelas masih ditutup sementara. (*)