Baru-baru ini Malaysia didapuk sebagai negara dengan jumlah wisatawan tertinggi di ASEAN. Banyak dikunjungi turis, warga lokal ternyata doyan jalan-jalan juga.
Sektor pariwisata domestik Malaysia mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan pada tahun 2025, dengan pengeluaran pariwisata domestik mencapai RM121,0 miliar. Ini menandai peningkatan 13,3% dibandingkan tahun sebelumnya, seperti dikutip dari pada Jumat (20/3/2026).
Menurut data dari Departemen Statistik Malaysia (DOSM), jumlah total wisatawan domestik di negara ini melonjak menjadi 290,1 juta, mencerminkan peningkatan 11,5% dibandingkan tahun 2024 dengan catatan 260,1 juta wisatawan domestik. Angka-angka ini menggarisbawahi peran penting untuk pariwisata domestik dalam mendorong pemulihan dan ketahanan ekonomi Malaysia.
Pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran pariwisata domestik menjadi semakin pentingnya sektor bagi pilar utama ekonomi Malaysia, yang didukung oleh meningkatnya jumlah wisatawan dan lonjakan pengeluaran terkait pariwisata.
Kepala Statistik Datuk Seri Dr. Mohd Uzir Mahidin menekankan kekuatan berkelanjutan sektor pariwisata, khususnya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, yang telah mendapat manfaat dari masuknya wisatawan domestik.
Peningkatan pengeluaran pariwisata domestik dan jumlah pengunjung disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan aktivitas perjalanan selama liburan sekolah dan musim liburan akhir tahun. Keluarga dan individu di Malaysia semakin banyak menjelajahi negara mereka sendiri, mengunjungi destinasi wisata populer, dan berpartisipasi dalam berbagai pengalaman lokal.
Selama kuartal keempat tahun 2025, jumlah pengunjung domestik mencapai 74,0 juta, menandai peningkatan 10,8% dari periode yang sama pada tahun 2024. Secara triwulanan, jumlah pengunjung domestik meningkat sebesar 2,0%, melanjutkan tren pertumbuhan yang stabil.
Demikian pula, kuartal keempat menyaksikan peningkatan yang mengesankan dalam pengeluaran pariwisata domestik, yang mencapai RM32,6 miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 12,4%.
Pertumbuhan pariwisata domestik juga tercermin dalam indikator positif dari industri terkait pariwisata. Kedatangan domestik di bandara mengalami peningkatan yang signifikan, meningkat sebesar 17,9% secara tahunan. Lonjakan perjalanan udara ini mencerminkan meningkatnya minat pada penerbangan domestik karena semakin banyak warga Malaysia memilih untuk menjelajahi berbagai wilayah di negara ini.
Daerah-daerah populer seperti Langkawi, Penang, Cameron Highlands, dan Kuala Lumpur tetap menjadi daya tarik utama bagi warga Malaysia. Kekayaan pemandangan alam, pantai yang indah hingga situs budaya dan warisan yang kaya membuat warga enggan meninggalkan negaranya.
Pertumbuhan perjalanan domestik juga telah memicu minat pada destinasi yang kurang dikenal, banyak wisatawan domestik yang mulai mencari pengalaman yang tidak biasa. Pergeseran menuju eksplorasi lokasi baru ini menguntungkan kota-kota kecil dan daerah pedesaan.
Di masa depan, sektor pariwisata domestik di Malaysia diperkirakan akan melanjutkan tren positifnya pada tahun 2026. Upaya pemerintah untuk mempromosikan pariwisata lokal, bersamaan dengan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung, diprediksi menghasilkan pertumbuhan yang lebih besar dalam jumlah pengunjung dan pengeluaran.
Keberhasilan berkelanjutan sektor pariwisata domestik Malaysia akan bergantung pada pemeliharaan standar layanan yang tinggi, memastikan aksesibilitas ke berbagai wilayah, dan menawarkan berbagai pengalaman kepada wisatawan yang memenuhi kebutuhan mereka. Secara khusus, ekowisata, pariwisata budaya, dan wisata kesehatan diperkirakan akan semakin populer, sejalan dengan tren perjalanan yang memprioritaskan keberlanjutan dan pengalaman unik.







