SRIPOKU.COM - Memahami gerak dominan dalam senam lantai adalah langkah awal bagi siswa untuk melatih ketangkasan, keseimbangan, dan keberanian secara terukur.
Unit 5 PJOK Kelas 6 ini akan mengulas berbagai pola gerak dasar yang menjadi fondasi utama dalam melakukan aktivitas senam, baik dengan alat maupun tanpa alat.
Baca juga: Ringkasan Materi dan Soal HOTS Unit 4 Bela Diri Pencak Silat PJOK Kelas 6 SD
1. Sembilan Pola Gerak Dominan:
Dalam senam lantai, terdapat pola gerak dasar yang saling berkaitan, yaitu:
2. Variasi dan Kombinasi Gerakan:
Siswa kelas 6 diarahkan untuk mengombinasikan gerakan, misalnya melakukan Lari (Berpindah) diikuti Tolakan, kemudian Guling Depan (Putaran), dan diakhiri dengan Mendarat yang sempurna.
1. Rani sedang mempraktikkan gerakan guling depan. Saat melakukan pendaratan, Rani seringkali jatuh terduduk dan tidak bisa langsung berdiri tegak. Evaluasi yang paling tepat terhadap gerakan Rani adalah...
A. Kurangnya awalan lari yang cepat sebelum berguling.
B. Posisi tangan tidak ikut menolak saat tubuh berputar.
C. Kurangnya kekuatan pada otot leher saat dagu menempel di dada.
D. Posisi lutut tidak segera ditekuk dan dipeluk saat punggung menyentuh matras.
Kunci Jawaban: D (Analisis: Dalam guling depan, momentum putaran untuk kembali berdiri didapat dari posisi tubuh yang membulat dengan memeluk lutut segera setelah berguling).
2. Perhatikan urutan gerak berikut: (1) Berdiri tegak, (2) Melakukan tolakan kaki, (3) Posisi badan melayang di udara dengan tangan menumpu di atas peti loncat, (4) Mendarat dengan dua kaki mengeper.
Urutan di atas merupakan rangkaian gerak dominan dalam aktivitas...
A. Guling belakang.
B. Loncat kangkang melewati peti loncat.
C. Sikap lilin secara berkelompok.
D. Kayang dengan bantuan teman.
Kunci Jawaban: B (Analisis: Adanya penggunaan peti loncat sebagai tumpuan saat melayang adalah ciri khas loncat kangkang atau loncat jongkok).
3. Mengapa saat melakukan pendaratan setelah melompat, lutut kita harus dalam posisi mengeper (menekuk sedikit)?
A. Agar gerakan terlihat lebih luwes dan indah seperti penari.
B. Untuk mempercepat perpindahan tempat ke gerakan selanjutnya.
C. Berfungsi sebagai peredam benturan agar sendi lutut dan tulang belakang tidak cedera.
D. Agar beban tubuh sepenuhnya tertumpu pada ujung jari kaki.
Kunci Jawaban: C (Analisis: Gerak mengeper adalah teknik mekanika tubuh untuk mendistribusikan gaya tekan saat mendarat sehingga mengurangi risiko cedera).
4. Dalam gerakan "Meroda", urutan bagian tubuh yang menyentuh matras secara bergantian adalah sangat penting. Manakah urutan yang benar sesuai dengan prinsip putaran samping?
A. Tangan kanan – kaki kanan – kaki kiri – tangan kiri.
B. Kaki kiri – tangan kiri – tangan kanan – kaki kanan.
C. Tangan kiri – tangan kanan – kaki kanan – kaki kiri.
D. Kaki kanan – kaki kiri – tangan kanan – tangan kiri.
Kunci Jawaban: C (Analisis: Meroda adalah gerakan bertumpu dengan tangan secara bergantian diikuti oleh kaki, membentuk putaran seperti roda).
5. Seorang siswa mencoba melakukan gerakan "Sikap Lilin" tetapi badannya selalu jatuh ke samping dan tidak bisa tegak lurus. Hal utama yang perlu diperbaiki dari segi gerak dominan keseimbangan dan tumpuan adalah...
A. Kedua tangan harus menopang pinggang dengan kuat dan siku merapat ke matras.
B. Pandangan mata harus melihat ke arah samping untuk mencari keseimbangan.
C. Menarik napas sedalam mungkin agar paru-paru mengangkat beban tubuh.
D. Melakukan gerakan di atas lantai tanpa matras agar lebih stabil.
Kunci Jawaban: A (Analisis: Kunci sikap lilin adalah pada kekuatan otot perut dan tumpuan tangan di pinggang yang dibantu oleh siku sebagai landasan).