AS Tawarkan Rp 168 Miliar Buat Tangkap Mojtaba Khamenei, Satu Per Satu Pejabat Tinggi Iran Gugur
jonisetiawan March 20, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang semakin panas. Di tengah situasi yang sudah rapuh, langkah tegas dari Amerika Serikat justru memperkeruh keadaan, dengan menetapkan sosok penting dari Iran sebagai buronan bernilai fantastis.

Keputusan ini bukan sekadar simbolik. Ia menjadi sinyal bahwa ketegangan antara kedua negara kini telah bergerak ke level yang jauh lebih serius melibatkan intelijen, militer, hingga ancaman terbuka.

Baca juga: Pahit Balasan Iran untuk Serangan ke Kilang Gas, Giliran Kilang Minyak Haifa Milik Israel Meledak

Imbalan Fantastis untuk Informasi

Pemerintah AS secara resmi menawarkan imbalan hingga 10 juta dollar AS atau sekitar Rp168 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi terkait Mojtaba Khamenei, yang disebut sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

Langkah ini merupakan bagian dari program Rewards for Justice yang dijalankan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Program tersebut bertujuan menghimpun informasi strategis terkait jaringan dan aktivitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Tak hanya Mojtaba, sejumlah tokoh penting Iran lainnya juga masuk dalam daftar target, di antaranya Ali Asghar Hejazi, Ali Larijani, Yahya Rahim Safavi, Esmail Khatib, serta Eskandar Momeni.

Dalam pernyataannya, Departemen Luar Negeri AS menuding IRGC sebagai aktor utama dalam berbagai aktivitas terorisme yang dijadikan instrumen kebijakan negara.

“Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), bagian dari militer resmi Iran, memainkan peran sentral dalam penggunaan terorisme sebagai alat utama kebijakan negara Iran,” demikian pernyataan mereka.

AS juga menilai IRGC tidak hanya beroperasi di ranah militer, tetapi telah merambah ke sektor ekonomi dan politik dalam negeri Iran sejak berdiri pasca Revolusi Iran 1979.

MOTJABA KHAMENEI --Pemerintah Amerika Serikat melalui program Rewards for Justice yang berada di bawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.
MOTJABA KHAMENEI --Pemerintah Amerika Serikat melalui program Rewards for Justice yang berada di bawah naungan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan hadiah hingga 10 juta dolar AS atau sekitar Rp169,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei. (WartaKotalive.com/The Guardian)

Respons Iran: Nada Perlawanan Tanpa Takut

Langkah Washington ini langsung disambut reaksi keras dari Teheran. Alih-alih menunjukkan kekhawatiran, pihak Iran justru menampilkan sikap menantang.

Ali Larijani menyampaikan pesan bernada simbolik melalui media sosial, mengutip perkataan tokoh penting dalam sejarah Islam.

“Imam Hussein berkata, ‘Saya melihat kematian tidak lain sebagai kebahagiaan, dan hidup bersama para penindas tidak lain sebagai penderitaan.’”

Pernyataan ini dipahami sebagai bentuk penegasan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan, bahkan jika harus menghadapi risiko paling ekstrem sekalipun.

Baca juga: Netanyahu Terpukul! Donald Trump Pasang Badan untuk Gas Iran, Ada Apa dengan AS-Israel?

Rentetan Serangan dan Korban Pejabat Tinggi

Situasi semakin memanas ketika serangkaian serangan terjadi tak lama setelah pengumuman sayembara tersebut. Israel dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Ali Larijani dan komandan Basij, Gholamreza Soleimani.

Sehari berselang, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengklaim bahwa Esmail Khatib juga tewas dalam serangan lanjutan klaim yang kemudian dikonfirmasi oleh pihak Iran.

“Kami akan terus menggagalkan dan memburu mereka semua,” ujar Katz, sembari menegaskan bahwa militer Israel kini memiliki keleluasaan lebih besar untuk menargetkan pejabat senior Iran.

Bahkan, Israel menyatakan akan terus memburu Mojtaba Khamenei, yang disebut belum pernah tampil di publik sejak menggantikan posisi ayahnya.

Ancaman Balasan dan Eskalasi Konflik

Meski kehilangan sejumlah tokoh penting, Iran tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Sebaliknya, negara tersebut langsung merespons dengan aksi militer.

Garda Revolusi Iran mengumumkan telah meluncurkan rudal ke wilayah Israel sebagai bentuk balasan atas serangan yang menewaskan para pejabatnya.

“Darah suci martir besar ini akan menjadi sumber kehormatan, kekuatan, dan kebangkitan nasional melawan front arogansi global,” demikian pernyataan mereka.

Baca juga: Intelijen AS Bongkar Klaim Kosong Donald Trump Soal Senjata Nuklir Iran: Tidak Ada

Dunia Menanti Arah Konflik

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan satu hal: konflik tidak lagi berada di balik layar diplomasi, melainkan telah bergerak terbuka dengan risiko eskalasi yang semakin luas.

Dengan keterlibatan langsung kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan dinamika agresif antara Iran dan Israel, dunia kini menanti apakah ketegangan ini akan mereda, atau justru berubah menjadi konflik yang lebih besar dan tak terkendali.

***

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.