Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati, Sleman membuka posko mudik di halaman gereja. Posko ini menjadi yang pertama bagi gereja katolik yang ada di Jl Magelang Km 7,8 Mlati Glondong, Sendangadi, Mlati, Sleman.
Posko mudik ini terselenggara berkat kerja sama dengan Kanwil Kemenag DIY.
Kepala Bidang Rumah Tangga Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati, Andreas Ismono mengatakan posko mudik memang bukan inisiatif dari gereja, namun dorongan dari Kanwil Kemenag DIY.
Menurut dia, Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati ditunjuk sebagai posko mudik karena lokasinya yang strategis dan cocok untuk menjadi posko mudik.
"Tetapi terus terang kami menyambut dengan sangat gembira, dan ini baru perama kali Gereja Mlati (Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati) menjadi posko mudik," katanya, Jumat (20/3/2026).
Ia menyebut ada 31 relawan yang bertugas secara bergiliran. Relawan tersebut terdiri dari petugas keamanan gereja (PKG) dan dibantu dewan paroki.
Sebagai posko mudik, Gereja Katolik Santo Aloysius Gonzaga Mlati menyediakan fasilitas ruang kesehatan, toilet umum dan disabilitas, tempat salat, sajadah, tempat istirahat pemudik, hingga camilan serta minuman.
"Tempat salat juga kami sediakan, sajadah juga ada. Kami pengadaan sendiri. Kami sediakan camilan dan minuman, paling tidak gereja bisa menjadi tempat istirahat bagi pemudik," ujarnya.
Sejak dibuka Rabu (18/3) lalu, sudah ada beberapa pemudik yang singgah.
"Sudah ada (pemudik singgah), tapi cuma ke belakang (toilet). Kami mempersilakan kalau ada yang mau istirahat, kami sangat terbuka," ujarnya.
Posko mudik ini pun mewujudkan gereja menjadi tempat yang ramah pemudik. Di samping itu, keberadaan posko mudik ini juga semakin mempererat persaudaraan antar umat beragama.
"Ini adalah bentuk toleransi. Malah harapannya ini bisa jadi program nasional, sangat bagus untuk memupuk kerukunan antar umat," imbuhnya. (maw)