15 Jam Terombang-ambing di Laut, Mika Wanma Diselamatkan Tim SAR Manokwari
Hans Arnold Kapisa March 20, 2026 05:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor SAR Manokwari melaporkan upaya pencarian dan penyelamatan seorang nelayan yang terombang-ambing selama 15 jam di perairan pulau Mansinam Manokwari.

Kepala Kantor SAR Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan bahwa Kantor SAR menerima laporan orang hilang pada Kamis (19/3/2026).

"Kantor SAR menerima laporan kecelakaan kapal perahu mati mesin pada Kamis (19/3/2026) pukul 15.35 WIT," ujar Yefri melalui siaran pers, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, bahwa laporan disampaikan oleh salah seorang warga atas bama Jhon Wanma melalui sambungan telepon.

Pelapor menyebutkan, bahwa korban seorang nelayan bernama Mika Wanma (33) berangkat melaut pada Rabu (18/3/2026) pukul 20.00 WIT dan tak kunjung pulang.

"Menindaklanjuti laporan itu, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian," kata Yefri.

Adapun lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 0°59'13.35"S – 134°18'10.85"T.

"Lokasi kejadian sekitar 16,52 mil laut dari Kantor SAR Manokwari dengan waktu tempuh sekitar 90 menit," jelas Yefri melaporkan.

Baca juga: Basarnas Manokwari Siagakan Personel dan Peralatan SAR Hadapi Angkutan Lebaran 2026

Yefri mengatakan bahwa operasi berlangsung selama dua hari dengan melibatkan personel Kantor SAR Manokwari, aparat terkait, serta dukungan nelayan setempat.

"Mika Wanma diketahui terombang-ambing di laut selama kurang lebih 15 jam sebelum akhirnya ditemukan," ujar Yefri.

"Saat berada di belakang perairan Pulau Mansinam, mesin perahunya mendadak mati sehingga ia tidak dapat kembali ke daratan," kata Yefri mengutip keterangan Mika Wanma saat dievakuasi. 

Yefri menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari peran aktif nelayan lokal yang menjadi pihak pertama menemukan korban. 

"Setelah itu, tim SAR gabungan segera mengevakuasi Mika Wanma dalam keadaan selamat," ujarnya.

Atas nama pimpinan Kantor SAR Manokwari Yefri menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan kerja sama solid dalam operasi pencarian ini.

"Saat ini korban telah kembali ke rumahnya di Pasirido, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, dan dalam kondisi sehat," tutur Yefri Sabaruddin.

Selanjutnya Operasi SAR resmi ditutup pada Jumat (20/3/2026) pukul 15.00 WIT.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.