Gaya Ngirit Ala Menkeu Purbaya: Pilih Shalat Ied di Kantor Pajak dan Tiadakan Open House
Pipit Maulidya March 20, 2026 05:49 PM

 

SURYA.CO.ID - Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pengakuan menarik.

Menkeu Purbaya memilih untuk tidak menggelar acara open house tahun ini dengan alasan ingin berhemat.

Saat ditanya mengenai rencana perayaan Lebaran di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026), Menkeu Purbaya memberikan jawaban singkat.

"Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit," kata Menkeu Purbaya dikutip SURYA.CO.ID dari Kompas.com.

Tak hanya soal penghematan pribadi, Menkeu Purbaya juga mengaku bahwa ada pembatasan terkait tradisi kumpul-kumpul pejabat tahun ini.

"Enggak boleh katanya open house," tambahnya.

Alih-alih menggelar pesta di kediaman dinas, Menkeu memilih untuk merayakan Idulfitri bersama jajarannya.

Menkeu Purbaya memastikan akan menunaikan ibadah shalat Ied di lingkungan kerja.

"Saya di pajak, Kantor Pusat Pajak," ungkap Purbaya.

Empati untuk Daerah Bencana

Sikap Menkeu Purbaya ini ternyata sejalan dengan instruksi tegas Presiden RI Prabowo Subianto.

Dalam Sidang Kabinet (13/3/2026), Presiden meminta para pejabat negara untuk menunjukkan empati, terutama bagi saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah.

"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," tegas Presiden Prabowo.

Presiden mengingatkan bahwa posisi pejabat publik adalah menjadi contoh bagi rakyat, terutama di tengah suasana keprihatinan akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah.

"Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," tutur beliau.

Baca juga: 4 Dampak Perang AS-Israel vs Iran bagi Ekonomi Indonesia, Menkeu Purbaya: Harus Kita Waspadai

Baca juga: 4 Dampak Perang AS-Israel vs Iran bagi Ekonomi Indonesia, Menkeu Purbaya: Harus Kita Waspadai

Meskipun ada larangan untuk bermewah-mewahan, pemerintah tetap ingin memastikan ekonomi rakyat tidak lesu.

Presiden menekankan bahwa silaturahmi tetap boleh berjalan asalkan tetap dalam koridor kesederhanaan.

"Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," pungkas Prabowo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.