Inilah Imam dan Khatib Salat Idulfitri Besok Sabtu di 3 Masjid Besar Kota Semarang
deni setiawan March 20, 2026 05:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Semarang akan dipusatkan di tiga masjid besar pada Sabtu (21/3/2026) seiring penetapan resmi pemerintah melalui sidang isbat.

Tiga masjid besar di Kota Semarang tersebut antara lain Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Agung Semarang Kauman, dan Masjid Raya Baiturrahman.

Sekretaris Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Multazam Ahmad mengatakan, pelaksanaan salat Idulfitri tersebut digelar menyesuaikan hasil sidang isbat yang sudah diumumkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Pihaknya juga telah mengatur jadwal salat Idulfitri pada tiga masjid besar di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Sabtu saat Salat Idulfitri di Jawa Tengah, Berikut Kata BMKG

• Tragis! Sekeluarga Tewas Kecelakaan di Tol Tegal, Tinggal Hitungan Kilometer dari Tujuan

Salat Idulfitri di Masjid Agung Semarang akan dimulai pukul 06.00.

Imam adalah KH Hanief Ismail pengasuh Ponpes Roudhatul Quran Annasimiyyah dan khatib Imam Taufiq, Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Walisongo Semarang.

Salat Idulfitri Masjid Baiturahman di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang akan dimulai pukul 06.15.

Bertindak sebagai imam adalah KH Zaenuri Ahmad, pengasuh Ponpes Nurul Qurani Kabupaten Semarang dan khatib Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab.

Kemudian, salat Idulfitri di MAJT Jalan Gajah Raya Semarang dimulai pukul 06.30.

KH M Ulil Abshor bertindak sebagai imam, sementara khatib oleh KH Zulfa Mustofa Wakil Ketua Umum PBNU.

"Masjid Agung Semarang, Masjid Raya Baiturahman, dan Masjid Agung Jawa Tengah akan menggelar salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026)."

"Di Semarang ada sekira 3.000 masjid," ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat saling menghargai satu sama lain karena dalam penentuan Idulfitri 1447 Hijriah berbeda. 

Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni, sedangkan hisab disertai rukyatul hilal oleh Nahdlatul Ulama dan pemerintah.

"Jangan sampai ada gesekan, tujuannya itu baik. Termasuk dalam takbiran, tetapi kadang kala ada yang memanfaatkan situasi untuk tidak kondusif."

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk bisa menertibkan apabila ada hal yang tidak diinginkan," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.