TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG — Upaya menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat terus diperkuat. Melalui program Terang Berkah Ramadan 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten tak sekadar menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga membuka akses listrik gratis bagi ratusan warga prasejahtera dan fasilitas umum di Provinsi Banten.
Program yang digelar selama bulan suci ini menjadi salah satu terobosan sosial PLN, dengan mengintegrasikan penjualan sembako murah dan pembiayaan penyambungan listrik baru serta penambahan daya secara gratis.
Hingga pertengahan Ramadan, program tersebut telah merealisasikan penyambungan listrik baru bagi tiga pelanggan dan penambahan daya gratis kepada 356 pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah Banten.
Baca juga: Agenda Gubernur Banten Malam Ini : Pantau Pengamanan Lebaran 1447 H, Cek Pospam-Patroli Arus Mudik
Sasaran penerima manfaat mencakup rumah tangga prasejahtera hingga fasilitas publik seperti sekolah, pondok pesantren, puskesmas, posyandu, rumah ibadah, dan panti asuhan.
Salah satu penerima manfaat, Agus, pegawai tata usaha di SD Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang, mengaku merasakan langsung dampak bantuan tersebut terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
“Dengan adanya penambahan daya listrik ini, proses belajar mengajar jadi jauh lebih optimal. Kami sekarang bisa menggunakan perangkat pendukung pembelajaran dengan lebih maksimal,” ujarnya.
Menurut Agus, keterbatasan listrik sebelumnya kerap menjadi kendala dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
Kini, dengan daya yang lebih memadai, aktivitas sekolah berjalan lebih lancar dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran siswa.
Selain sektor pendidikan, manfaat program juga dirasakan masyarakat umum melalui penyediaan 1.200 paket sembako murah.
Paket tersebut dijual dengan harga di bawah pasaran, sehingga membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga selama Ramadan.
Mimi, salah satu warga penerima, mengungkapkan bahwa program tersebut sangat membantu di tengah meningkatnya kebutuhan pokok.
“Harganya jauh lebih terjangkau dibanding di pasaran. Ini sangat membantu kami, apalagi kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat saat Ramadan,” katanya.
Dana yang terkumpul dari penjualan sembako murah tersebut kemudian dialokasikan untuk membiayai program elektrifikasi, termasuk penyambungan listrik baru dan penambahan daya secara gratis.
Skema ini dinilai menjadi bentuk gotong royong antara masyarakat dan PLN dalam memperluas akses energi.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa program Terang Berkah merupakan wujud nyata kolaborasi sosial yang memberikan dampak berkelanjutan.
“Dari kegiatan sederhana seperti berbagi sembako, kita bisa menciptakan manfaat yang lebih besar, yakni menghadirkan akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa listrik memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai penerangan, tetapi juga sebagai penopang utama sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Listrik adalah kebutuhan dasar yang mendorong kualitas hidup. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat energi secara merata,” tambahnya.
Melalui program ini, PLN UID Banten menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memperkuat dampak sosial melalui program berbasis kebutuhan masyarakat.
Ramadan pun menjadi momentum untuk memperluas jangkauan layanan energi sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat.