BANJARMASINPOST.CO.ID - Kapan bisa memulai puasa sunah Syawal 1447 Hijriah?
Diketahui berpuasa di Idulfitri 2026 jelas hukumnya haram.
Ustadz Adi Hidayat memberikan pandangan mengenai waktu diperbolehkannya memulai puasa 6 hari di bulan Syawal.
Disampaikan Ustadz Adi Hidayat, puasa sunnah enam hari di bulan Syawal memiliki waktu yang panjang bagi kaum muslimin yang ingin mengerjakannya.
Baca juga: Ngaji Santuy: Hukum Jika Jumlah Takbir Salat Idul Fitri Kurang, Begini Penjelasan Ustadz Muhajir
Baca juga: Niat Zakat Fitrah, Lengkap Doa Pemberi dan Penerima, UAH Jelaskan Tentang 8 Golongan
Kini berada di akhir bulan Ramadhan 1447 Hijriyah, sebentar lagi umat Islam memasuki bulan Syawal 2026 merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Puasa Syawal adalah salah satu puasa sunnah yang dianjurkan dikerjakan usai Ramadhan.
Sebagaimana puasa wajib dan puasa sunnah lainnya, Puasa Syawal dimulai dengan niat dan sahur di sepertiga malam dan diakhiri dengan berbuka saat masuk waktu maghrib.
Baca juga: Siap-siap Libur Lebaran! Cek Jadwal Operasional Perpuspalnam Kalsel
Puasa Syawal sendiri dilaksanakan selama enam hari di bulan Syawal.
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan umat Islam yang ingin menjalankan ibadah Puasa Syawal diberikan kelonggaran waktu yang cukup panjang.
"Nabi SAW memberikan kelonggaran dimulai dari awal Syawal sampai akhir bulan Syawal," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube
Meski demikian, Ustadz Adi Hidayat menegaskan haram hukumnya untuk menjalankan puasa pada 1 Syawal.
Hal ini lantaran pada tanggal itu umat Muslim dianjurkan melaksanakan salat Idul Fitri dan diharamkan untuk berpuasa.
"Tidak dibenarkan Puasa Syawal di hari pertama bulan Syawal, itu hukumnya haram," jelas Ustadz Adi Hidayat Muslimah Hijrah ID.
Dijabarkannya, Rasulullah SAW sudah memberikan waktu yang cukup panjang untuk melaksanakan Puasa Syawal, yakni dari 2 bulan Syawal hingga tanggal 29 Syawal.
Menilik hal ini, puasa Syawal 1447 Hijriah bisa mulai dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2026.
Baca juga: Bupati Andi Rudi Latif Sahur On The Road Sambil Salurkan Bantuan dan Pantau Pemudik di Pelabuhan
Keutamaan melaksanakan Puasa Syawal sangatlah besar bagi umat Islam.
"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh", (HR Muslim).
Meski demikian, Ustadz Adi Hidayat, berurutan atau tidak berurutan bukanlah syarat untuk meraih pahala dan keutamaan dari Puasa Syawal.
Jika melaksanakannya secara terpisah, Ustadz Adi Hidayat menilai, tidak ada masalah. Hal serupa juga jika melaksanakan secara berurutan.
Meski demikian, kata Ustadz Adi Hidayat, Semakin cepat melakukan puasa sunah Syawal, maka akan semakin baik.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al-Maidah ayat 48 dan QS Al Imran ayat 133:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
“Berlomba-lombalah berbuat kebajikan.” (QS. Al-Maidah: 48)
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)
Ustadz Adi Hidayat menuturkan, bulan Syawal merupakan bulan untuk mempertahankan keimanan setelah menjalankan puasa selama hampir 30 selama Ramadhan.
Baca juga: Bukan Minal Aidin Wal Faizin! Ucapan Idul Fitri Rupanya Taqobalallahu Minna Wa Minkum, Ini Maknanya
Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa di bulan Syawal.
Niat Puasa Syawal
Berikut ini niat untuk puasa sunnah di bulan Syawal :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawwal esok hari karena Allah SWT.”
(Banjarmasinpost.co.id)