Laporan Wartawan Tribungayo.com Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
Tribungayo.com, Takengon - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Aceh Tengah menggelar Salat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di empat titik lokasi berbeda.
Pelaksanaan berlangsung khidmat meski daerah tersebut masih dalam suasana pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Salah satu lokasi pelaksanaan Salat Id berlangsung di halaman Perguruan Muhammadiyah, Desa Mampak, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (20/3/2026).
Ribuan jemaah memadati lokasi tersebut sejak pagi hari. Rangkaian Salat Id di halaman Perguruan Muhammadiyah Takengon ini dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, diimami Tengku Anta Maulana, S.H., serta khatib Prof. Dr. Ali Abubakar, M.A.
Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, dengan hampir 10 saf jemaah pria serta lebih dari 10 saf jemaah perempuan.
Dalam khutbahnya, Prof. Ali Abubakar menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ajaran Islam.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad , “Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih (bibit tanaman), maka jika ia mampu menanamnya sebelum kiamat benar-benar terjadi, hendaklah ia menanamnya” (HR. Ahmad).
Menurutnya, hadis tersebut mengandung pesan mendalam bahwa kebaikan tidak mengenal waktu, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun.
“Islam mengajarkan bahwa kebaikan tidak boleh berhenti, meski dunia berada di ujung kehancuran. Menanam pohon bukan hanya tindakan fisik, tetapi simbol harapan, kepedulian, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga alam merupakan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Setiap upaya kecil dalam merawat lingkungan memiliki nilai ibadah dan dapat menjadi amal jariyah.
Prof. Ali juga mengajak umat Islam untuk tidak putus asa dalam berbuat kebaikan serta tetap menjaga optimisme di tengah berbagai ujian dan bencana.
Ketua PDM Aceh Tengah, Ir. Arifin, menyampaikan bahwa Idul Fitri tahun ini menjadi momentum kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, sekaligus refleksi atas ujian yang tengah dihadapi masyarakat.
“Idul Fitri adalah kemenangan setelah satu bulan penuh beribadah. Namun kita juga tetap merasakan kepahitan yang dialami saudara-saudara kita yang terdampak bencana hidrometeorologi sejak akhir November 2025 lalu,” ujar Arifin.
Ia menjelaskan, hingga saat ini sebagian masyarakat telah kembali beraktivitas seperti biasa, meski masih ada warga yang tinggal di hunian sementara maupun tenda pengungsian.
“Kita berdoa semoga mereka juga dapat merasakan kebahagiaan Idul Fitri. Mudah-mudahan cobaan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tambahnya.
Arifin juga mengungkapkan bahwa Muhammadiyah telah berperan aktif dalam penanganan bencana, mulai dari bantuan darurat, sektor sosial, hingga penyediaan hunian sementara bagi korban terdampak.
Adapun empat lokasi utama pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah Aceh Tengah meliputi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Tengah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lut Tawar di Jalan Bur Telege, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bebesen di Paya Ilang, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Silih Nara di Arul Kumer.
Selain itu, sejumlah musala juga turut menggelar Salat Id secara mandiri, meski tidak seluruhnya terdata oleh pihak Muhammadiyah.
Arifin menyebutkan, jumlah jemaah yang mengikuti Salat Id tahun ini terbilang besar. Di salah satu lokasi utama bahkan diperkirakan mencapai sekitar lima ribu orang, meski data keseluruhan masih dalam proses rekapitulasi.
“Alhamdulillah, ini merupakan hal yang luar biasa. Antusiasme jemaah sangat tinggi, bahkan ada lokasi yang tidak mampu lagi menampung jumlah jemaah,” pungkasnya.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan ibadah, petugas kepolisian turut melakukan pengamanan di lokasi Salat Id.(*)
Baca juga: Warga Muhammadiyah di Aceh Tengah Gelar Shalat Idul Fitri di Empat Lokasi