Gurita Bisnis Michael Bambang Hartono, Bos Djarum Group Kini Telah Tiada, Tinggalkan Banyak Warisan
Candra Isriadhi March 20, 2026 06:55 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kabar duka datang dari dunia bisnis tanah air.

Sosok legendaris sekaligus orang terkaya di Indonesia, Michael Bambang Hartono, dikabarkan tutup usia.

Pemilik Djarum Group tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Singapura pada Kamis (19/3/2026).

Kepergian pria kelahiran Kudus, 2 Oktober 1939 ini menyisakan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tapi juga dunia usaha nasional.

SOSOK VIRAL - Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum wafat.
SOSOK VIRAL - Michael Bambang Hartono, pemilik PT Djarum wafat. (KOMPAS.com/Tjahjo Sasongko)

Bambang Hartono meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sang pengusaha legendaris ini mengembuskan napas terakhirnya tepat pada pukul 13.15 waktu setempat.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen perusahaan yang telah lama ia pimpin.

Baca juga: Sosok Jimmy Lie Buronan Interpol Kelas Kakap Ditangkap di Malaysia, Kini Digelandang ke RI

Corporate Communication Manager Djarum, Budi Darmawan, memberikan pernyataan resmi terkait kabar duka tersebut.

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Kepergian Michael Bambang Hartono meninggalkan jejak panjang sebagai salah satu pengusaha terbesar di Indonesia.

Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, ia berhasil membangun kekaisaran bisnis dari rokok hingga perbankan (BCA).

Michael Bambang Hartono orang terkaya Indonesia makan di warung sederhana
Michael Bambang Hartono orang terkaya Indonesia makan di warung sederhana (Kolase TribunNewsmaker - Twitter @ayudh69/YouTube LokadataID)

Meskipun menyandang status sebagai orang terkaya di Indonesia selama bertahun-tahun, Bambang Hartono dikenal sebagai sosok yang sangat rendah hati.

Foto-fotonya saat sedang makan di warung pinggir jalan seringkali viral dan menuai pujian dari netizen.

Selain sukses di dunia bisnis, ia juga dikenal sebagai atlet Bridge yang berprestasi.

Ia bahkan sempat mengharumkan nama bangsa dengan menyumbangkan medali di ajang Asian Games 2018 lalu.

Baca juga: Belum Genap Seminggu Makam Vidi Aldiano Sudah Amblas, Pengelola Heran Hujan Tidak Berhenti-berhenti

Grand Indonesia 

Grand Indonesia atau GI merupakan salah satu superblok terbesar dan paling ikonik di Jakarta.

Kawasan ini menggabungkan pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, dan residensial dalam satu area terpadu.

Berlokasi di MH Thamrin No.1, Tanah Abang, Jakarta Pusat, GI menjadi destinasi utama gaya hidup urban sekaligus pusat aktivitas bisnis dan komersial.

Proyek ini mencerminkan strategi pengembangan properti terintegrasi yang menjadi ciri portofolio Grup Djarum.

Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Hotel ini merupakan hasil revitalisasi dari Hotel Indonesia, salah satu hotel bersejarah di Indonesia. Kini, dikelola jaringan Kempinski yang juga menjadi simbol kemewahan di pusat Jakarta.

Berlokasi di kawasan Thamrin, Hotel Indonesia Kempinski terhubung langsung dengan GI dan menjadi bagian penting dari kawasan superblok tersebut.

Selain fungsi perhotelan, kawasan ini juga mendukung kegiatan bisnis dan pariwisata kelas atas.

Kempinski Private Residences Jakarta

Kempinski Private Residences adalah hunian vertikal premium yang berada dalam satu kawasan dengan Hotel Indonesia Kempinski dan Grand Indonesia.

Properti ini menyasar segmen kelas atas dengan konsep hunian eksklusif di pusat kota.

Lokasinya yang terintegrasi dengan pusat perbelanjaan dan hotel menjadikannya bagian dari konsep mixed-use development yang modern.

Menara BCA

Menara BCA merupakan gedung perkantoran premium yang berada di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Gedung ini menjadi bagian dari kompleks superblok GI dan berfungsi sebagai kantor pusat PT Bank Central Asia Tbk atau BCA.

Menara ini dikenal sebagai salah satu gedung perkantoran paling prestisius di Jakarta dengan lokasi strategis di pusat bisnis (CBD) serta terintegrasi langsung dengan pusat perbelanjaan dan hotel mewah di sekitarnya.

WTC Mangga Dua

Ini merupakan pusat perdagangan yang berlokasi di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara—salah satu sentra niaga terbesar di ibu kota.

Properti ini dikenal sebagai pusat grosir dan distribusi barang, terutama produk elektronik, fashion, dan kebutuhan perdagangan lainnya. 

Dalam portofolio bisnis keluarga Hartono, pembangunan WTC Mangga Dua dilakukan melalui entitas pengembang properti Grup Djarum.

Perannya cukup strategis karena berada di kawasan perdagangan padat dan menjadi bagian dari ekosistem bisnis ritel skala besar di Jakarta.

Pulogadung Trade Center

Pulogadung Trade Center adalah kawasan perdagangan di Jakarta Timur, tepatnya di kawasan industri Pulogadung.

Aset ini dikembangkan sebagai pusat aktivitas niaga untuk mendukung kegiatan ekonomi di kawasan industri dan sekitarnya.

Pembangunannya juga disebut sebagai bagian dari ekspansi properti keluarga Hartono di sektor komersial.

Keberadaannya memperkuat posisi Grup Djarum dalam pengembangan properti berbasis perdagangan, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga kawasan industri.

Sekar Alliance Hotel

Sekar Alliance Hotel juga merupakan bagian dari portofolio hotel milik keluarga Hartono, yang disebut dalam berbagai laporan bisnis sebagai salah satu aset properti mereka.

Hotel ini menjadi bagian dari lini usaha perhotelan yang dikembangkan sebagai diversifikasi bisnis, terutama untuk mendukung sektor jasa dan pariwisata.

Padma Hotel Bali

Hotel berbintang yang berlokasi di kawasan wisata Bali dan menjadi bagian dari jaringan hotel yang dikelola entitas bisnis keluarga Hartono.

Hotel ini dikenal sebagai properti hospitality yang menyasar segmen wisatawan kelas menengah atas hingga premium dengan fasilitas resort dan layanan berstandar internasional. 

Hotel ini disebutkan termasuk dalam portofolio properti keluarga Hartono melalui pengelolaan oleh entitas seperti Puri Cugini.

Hotel Malya

Ini merupakan salah satu hotel yang berada di Bandung dan termasuk dalam portofolio properti keluarga Hartono.

Hotel ini disebut dalam berbagai laporan sebagai bagian dari bisnis perhotelan yang dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan akomodasi di kota-kota besar.

Subang Smartpolitan

Subang Smartpolitan adalah kawasan kota mandiri (integrated township) yang dikembangkan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya.

Kawasan ini dirancang sebagai “Smart & Sustainable City” (kota pintar dan berkelanjutan).

Suryacipta City of Industry 

Sama dengan Subang Smartpolitan, Suryacipta City of Industry Kawasan industri besar di Karawang, Jawa Barat. 

Dikembangkan grup Suryacipta, Suryacipta City of Industry sudah beroperasi sejak awal 1990-an dan menjadi rumah bagi kurang-lebih 165 perusahaan multinasional dan nasional. 

Resinda Hotel Karawang

Hotel bisnis upscale yang dikelola Padma Hotels ini memiliki sekitar 236 kamar dengan konsep bisnis hotel dan resort ambience. 

Selain itu, hotel ini juga berrfungsi sebagai hospitality hub untuk pelaku industri.

Resinda Park Mall

Mall modern di Karawang Barat yang dibuka pada 2017 ini memiliki luas 75.000 meter persegi dengan konsep family lifestyle mall.

Resinda Park Mall terdiri atas ritel dan brand internasional, restoran dan kafe, bioskop dan entertainment

Resinda Residence

Kawasan hunian modern di Karawang yang merupakan bagian dari dari pengembangan Resinda Estate ini dikembangkan sejak 1995 sebagai kawasan residensial dan komersial.

Menyediakan berbagai klaster rumah modern, Resinda Residence dirancang sebagai hunian nyaman dengan lingkungan hijau.

(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.