WARTAKOTALIVE.COM, TASIKMALAYA – Popularitas sinetron hit Preman Pensiun tidak hanya melambungkan nama para pemainnya di layar kaca, tetapi juga membawa perubahan nyata dalam kehidupan sosial mereka.
Dadan Rustian, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Agus, mengaku merasakan keberkahan luar biasa pada momen Idulfitri 1447 Hijriah tahun ini.
Ditemui di kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (19/3/2026) malam, Dadan menceritakan bagaimana kehidupannya berubah drastis sejak bergabung dalam serial garapan Aris Nugraha tersebut.
Baca juga: Baru Pindah ke Bandung, Ini yang Dialami Pemeran Kang Gobang Serial Preman Pensiun Sebelum Meninggal
Dulu Jarang, Kini Rutin Berbagi THR
Salah satu momen yang paling disyukuri Dadan adalah kemampuannya secara ekonomi untuk berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar.
Jika dulu ia jarang bisa memberikan uang saku lebaran (THR), kini hal tersebut menjadi agenda rutin tahunan yang paling dinanti oleh para kerabatnya.
"Bagi-bagi THR itu momen yang paling mereka tunggu. Alhamdulillah, saat ini saya bisa memberi. Walaupun dulu jarang, tapi sekarang setiap tahun bisa berbagi, meski nilainya mungkin tidak seberapa yang penting mereka bahagia," ujar Dadan dengan nada syukur.
Dadan menambahkan, jumlah anggota keluarganya kini terus bertambah seiring banyaknya keponakan yang sudah berkeluarga.
"Keponakan saya sudah punya anak, berarti saya sudah punya cucu sebenarnya. Jadi ya harus bagi-bagi," ucapnya seraya tertawa.
Jadi "Idola" Baru di Singaparna
Kepulangan Dadan ke kampung halaman di Tasikmalaya pun tak luput dari perhatian warga.
Sosok Agus yang dikenal garang di televisi ternyata sangat ramah di dunia nyata.
Banyak warga yang sebelumnya tidak mengenal Dadan, kini berbondong-bondong mengajaknya berswafoto atau sekadar bertegur sapa.
"Banyak yang tadinya enggak kenal jadi ingin foto bareng. Ini memperpanjang silaturahmi dan menambah saudara juga bagi saya," jelasnya.
Baca juga: Nasib Preman Pensiun 11 Menggantung, Dadan Rustian Kenang Pesan Mendalam Kang Mus
Tetap Sederhana dengan Opor dan Nastar
Meski status sosialnya kini telah berubah menjadi artis nasional, Dadan menegaskan bahwa ia tetaplah warga kampung biasa yang memegang teguh tradisi.
Ritual ziarah ke makam keluarga dan menyantap hidangan khas Lebaran tetap menjadi agenda wajib baginya.
"Setiap Idulfitri harus ada ketupat, opor, hingga kue nastar. Itu yang selalu ada di rumah," pungkasnya.
Kisah Dadan Rustian menjadi cermin bagaimana sebuah karya seni dapat mengubah garis hidup seseorang, memberikan martabat baru, serta memungkinkan mereka menjadi saluran berkah bagi orang-orang di sekitarnya.