Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q
WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN LAMA - Jumlah penumpang di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengalami lonjakan signifikan saat puncak arus mudik Maret 2026.
Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi, mengatakan kenaikan penumpang pada masa puncak mencapai 300 hingga 400 persen dibandingkan hari biasa.
“Pada hari normal, jumlah penumpang sekitar 400 sampai 500 orang. Namun saat puncak bisa mencapai ribuan,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Jumat (20/3/2026).
Puncak pertama tercatat pada 13 Maret 2026 dengan sekitar 1.600 penumpang.
Sementara puncak kedua terjadi pada 18 Maret dengan jumlah mencapai 2.400 penumpang.
Di luar tanggal puncak, jumlah penumpang tetap berada di kisaran 1.300 hingga 1.500 orang per hari hingga 20 Maret 2026.
Pihak terminal terus memantau pergerakan penumpang serta mengantisipasi lonjakan arus mudik.
"Hal ini guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pengguna jasa transportasi," tutur Joni.
Di sisi lain, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan membuka Pos Siaga Lebaran 2026 di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, guna mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik.
Selain layanan ambulans dan pemeriksaan kesehatan, PMI menyediakan layanan khusus berupa tes narkoba bagi pengemudi dan awak bus.
Pemeriksaan tes narkoba itu berlangsung pada 16–20 Maret 2026 sekira pukul 13.00–17.00 WIB.
Sebanyak 15 personel PMI dikerahkan secara bergantian atau shifting, didukung satu unit ambulans yang siaga di lokasi.
Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi mengapresiasi langkah tersebut.
Ia menilai pemeriksaan narkoba penting untuk menekan risiko kecelakaan.
Baca juga: PMI Jaksel Buka Pos Siaga Lebaran di Terminal Lebak Bulus, Sediakan Tes Narkoba
"Serta memastikan keselamatan penumpang selama mudik," ujar Joni, saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3/2026).
Joni juga menyebut terjadi peningkatan jumlah pemudik tahun ini.
Sejak 12 hingga 16 Maret 2026, sekitar 700 penumpang telah diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus.
Tujuan dominan ke Cirebon, Jawa Barat, serta sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di sisi lain, Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, Mundari mengatakan, layanan tes narkoba ini merupakan program khusus dan satu-satunya di lingkungan PMI se-DKI Jakarta.
“Melalui layanan ini, kami ingin memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga perjalanan mudik berlangsung aman,” ujarnya.
Setelah masa siaga di terminal, PMI Jakarta Selatan akan melanjutkan pelayanan di kawasan rekreasi Setu Babakan pada 22–29 Maret 2026 dengan melibatkan 97 personel, termasuk relawan, perawat, dan dokter.
PMI berharap layanan ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perjalanan mudik Lebaran.
Hingga hari kedua pelaksanaan atau Selasa (17/3/2026) sopir dan kondektur dinyatakan negatif dari penggunaan narkotika.
Dokter PMI Jakarta Selatan sekaligus penanggung jawab Medical Center, dr. Choerunnisa, menjelaskan tes narkoba dilakukan menggunakan metode skrining dengan tujuh parameter pemeriksaan.
“Pemeriksaan tes narkoba menggunakan skrining yang dapat mendeteksi tujuh parameter, yakni Amphetamine (AMP), Metamfetamin/Shabu (MET), Marijuana/Ganja (THC), Morphine/Opiat (MOP), Cocaine (COC), Benzodiazepin (BZO), serta Carisoprodol/Soma/K2/Tembakau Gorila," ujar Choerunnisa.
Menurutnya, pemeriksaan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan para sopir dan kondektur sebelum menjalankan tugas, sehingga keselamatan penumpang dapat terjaga.
“Sopir dan kondektur harus dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang sebelum beroperasi,” jelasnya.
Sejauh ini, jumlah awak bus yang telah menjalani pemeriksaan masih terbatas. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 10 orang mengikuti tes, sementara pada hari berikutnya terdapat dua orang yang menjalani pemeriksaan. (m31)