BANGKAPOS.COM - Umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal sebanyak dua rakaat secara berjamaah maupun sendiri.
Membaca niat sholat idul fitri berjamaah menjadi syarat utama bagi makmum sebelum memulai ibadah di masjid atau lapangan.
Berikut adalah lafal niat sholat Idul Fitri sebagai makmum dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya:
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil fithri rok’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta'ala."
Jika Anda bertindak sebagai imam, cukup ganti kata ma'muuman menjadi imaaman (إِمَامًا).
Sholat Id dimulai tanpa azan maupun iqamah, melainkan dengan seruan "ash-shalâta jâmi‘ah" oleh muazin di lokasi.
Langkah pertama adalah melakukan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan dan membaca doa iftitah secara sempurna.
Pada rakaat pertama, makmum membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram semula.
Di sela-sela setiap takbir tersebut, Anda disunnahkan membaca kalimat tasbih, tahmid, dan takbir sebagai pujian.
Berikut bacaan sela takbir: Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar.
Setelah takbir ketujuh selesai, imam akan memimpin bacaan surah Al-Fatihah dan surah pendek pilihan lainnya.
Gerakan selanjutnya seperti ruku' dan sujud dilakukan serupa dengan tata cara sholat fardu pada umumnya.
Saat berdiri kembali untuk rakaat kedua, imam dan makmum melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali.
Bacaan di sela-sela lima takbir ini tetap sama dengan bacaan pada rakaat pertama sebelumnya.
Lanjutkan dengan menyimak bacaan Al-Fatihah, ruku', sujud, hingga diakhiri dengan salam sebagai penutup sholat.
Setelah salam, jamaah sangat dianjurkan untuk tetap duduk tenang guna mendengarkan khutbah Idul Fitri hingga selesai.
Berdasarkan kitab Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, berikut panduan bagi makmum masbuq:
(Bangkapos.com/ Tribun Wow)