TRIBUNNEWS.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, merusak dongeng indah Indonesia di Orleans Masters 2026.
Hal itu bersamaan dengan kekalahan Raymond/Joaquin di babak perempat final Orleans Masters 2026, Jumat (20/3/2026).
Bertempat di Palais des Sports, Orleans, Prancis, Raymond/Joaquin yang menempati unggulan kedua kalah dari pasangan Denmark, Christian Faust Kjaer/Rasmus Kjaer, dengan skor 21-18, 12-21, 21-14.
Tiket semifinal ambyar, Raymond/Joaquin juga merusak dongeng indah berupa all Indonesian final di Orleans Masters 2026.
Andai saja Raymond/Joaquin bisa lolos semifinal, ada harapan untuk menciptakan all Indonesian final di turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.
Mengingat di pertandingan lain, kemenangan berhasil diraih Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Leo/Bagas yang menempati unggulan ketiga lolos semifinal Orleans Masters 2026 setelah mengalahkan wakil India, Hariharan Amsakarunan/Madathil Ramachandran Arjun, dengan skor 21-12 dan 22-20.
Baca juga: Hasil Orleans Masters 2026: Leo/Bagas Lolos Semifinal usai Tundukkan Wakil India 2 Gim Langsung
Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin diketahui menempati bagan yang berbeda.
Leo/Bagas menempati bagan atas, sementara Raymond/Joaquin menghuni bagan bawah.
Apabila Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin mampu menang sampai semifinal, maka dipastikan ganda putra Indonesia membawa pulang gelar juara Orleans Masters 2026.
Namun realitanya, dongen indah tersebut gagal terwujud. Hanya Leo/Bagas yang kini menjadi tumpuan ganda putra Indonesia di semifinal Orleans Masters 2026.
Baca juga: Update Hasil Orleans Masters 2026: Raymond/Joaquin Kandas, Rachel/Febi Susul Leo/Bagas ke Semifinal
Kekalahan Raymond/Joaquin di babak perempat final Orleans Masters 2026 sangatlah disayangkan.
Raymond/Joaquin gagal memanfaatkan peluang absennya pemain top dunia seperti Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan/ranking 1), Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/ranking 2), Liang Wei Keng/Wang Chang (China/ranking 3), atau bahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia/ranking 5).
Padahal sebelumnya, Raymond/Joaquin sudah membaca peta persaingan ganda putra di Orleans Masters 2026.
Sebelum menelan kekalahan, Raymond/Joaquin dengan tegas mengatakan jika persaingan ganda putra di Orleans Masters 2026 tidak seketat All England 2026 atau Swiss Open 2026.
Sayangnya, Raymond/Joaquin justru harus angkat koper lebih cepat.
"Kalau dilihat memang persaingan di sini tidak seketat di All England atau Swiss Open dan kami mau memanfaatkan kesempatan ini, kami mau lebih maksimal. Tapi tetap tidak boleh dijadikan beban sebagai unggulan kedua," kata Raymond, dikutip dari laman resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 18 Maret lalu.
Berbicara soal Raymond/Joaquin, kemunculan mereka berhasil menyita perhatian bersamaan dengan prestasi yang mereka hasilkan.
Raymond/Joaquin baru debut sebagai pasangan pada Februari tahun lalu.
Tidak butuh waktu lama, Raymond/Joaquin langsung menghasilkan sejumlah gelar, yakni juara Singapore International Challenge 2025, Sri Lanka International Challenge 2025, Luxembourg Open 2025, dan Denmark Challenge 2025.
Raymond/Joaquin kemudian berhasil menembus BWF World Tour dengan mengikuti Macau Open 2025 Super 300 dan finis di babak 32 besar.
Setelahnya, Raymond/Joaquin langsung membuat kejutan dengan menjuarai Australia Open 2025 Super 500 mengalahkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri di babak final.
Kemudian di awal musim ini, Raymond/Joaquin berhasil menembus turnamen BWF World Tour Super 1000 Malaysia Open 2025. Sayangnya mereka sudah tersingkir di babak 32 besar.
Raymond/Joaquin mulai konsisten, dibuktikan dengan hasil runner-up Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026.
Terbaru, Raymond/Joaquin berhasil membuat kejutan dalam debutnya di ajang All England.
Raymond/Joaquin bahkan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mampu melaju ke babak semifinal All England 2026.
Meski hasil akhirnya, Raymond/Joaquin gagal melaju ke final All England 2026 setelah kalah dari pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Sung-jae, dengan skor 19-21, 13-21.
Namun penampilan Raymond/Joaquin di All England 2026 tetap layak diacungi jempol.
Mengingat Kim/Seo juga lawan yang tidak mudah, mereka adalah juara bertahan sekaligus berstatus sebagai ranking satu dunia.
Namun Raymond/Joaquin justru mulai tidak konsisten. Mereka gagal di Swiss Open 2026 dan Orleans Masters 2026.
Di Swiss Open 2026, Raymond/Joaquin langsung tersingkir di babak 32 besar.
Yang terbaru, Raymond/Joaquin terhenti babak perempat final Orleans Masters 2026.
Dengan hasil Raymond/Joaquin di atas, patut dinantikan apakah mereka nantinya terpilih mengisi skuad Indonesia di Thomas Cup 2026.
(Tribunnews.com/Isnaini)