WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Aceh pada Sabtu (21/3), menandai pilihan lokasi yang berbeda dari tahun sebelumnya.
Informasi ini disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, yang mengungkapkan bahwa Kepala Negara akan lebih dulu menghabiskan malam takbiran di wilayah Sumatera Utara sebelum bertolak ke Aceh.
Keputusan tersebut mencerminkan pola mobilitas Presiden dalam momentum hari besar keagamaan yang tidak selalu terpusat di ibu kota.
Pada Idul Fitri tahun lalu, Prabowo melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat negara.
Sementara itu, pelaksanaan salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal tahun ini dipastikan tetap berlangsung dengan kehadiran Wakil Presiden.
Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga menjabat Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa Gibran dijadwalkan melaksanakan salat Id di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut bersama jajaran pejabat tinggi negara.
Namun demikian, Nasaruddin mengaku hingga saat ini belum memperoleh kepastian terkait kehadiran Presiden di Masjid Istiqlal.
Ia menyebut masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai kemungkinan Presiden Prabowo tetap hadir di Jakarta atau sepenuhnya menjalankan agenda Idul Fitri di Aceh.
Selain itu, Nasaruddin juga belum dapat memastikan apakah dirinya akan mendampingi Presiden dalam pelaksanaan salat Id di Aceh.
Menurut dia, keputusan tersebut akan bergantung pada arahan resmi yang masih dalam proses finalisasi menjelang hari pelaksanaan.
Perbedaan lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri Presiden tahun ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan simbolik kehadiran negara di berbagai daerah, khususnya wilayah dengan nilai historis dan religius yang kuat seperti Aceh.
Di sisi lain, pelaksanaan salat Id di Masjid Istiqlal tetap menjadi pusat kegiatan kenegaraan di ibu kota, dengan kehadiran Wakil Presiden dan pejabat tinggi sebagai representasi pemerintah pusat.
Momentum Idul Fitri kali ini pun memperlihatkan pembagian peran simbolik antara Presiden dan Wakil Presiden dalam menyapa masyarakat di lokasi yang berbeda, sekaligus menjaga kesinambungan tradisi kenegaraan yang telah berlangsung selama ini.