PILU Pelajar SMP Akhiri Hidup Gegara Kesepian, Orang Tua Bercerai, Tinggal di Rumah Keluarga
Tommy Simatupang March 20, 2026 11:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pelajar SMP, MMD (15) mengakhiri hidup di rumahnya di Kabupaten Ende, Jumat (20/3/2026). 

Dikutip dari Tribunlampung.co.id, kejadian itu bermula ketika sepupu korban mendengar salah satu anggota keluarga memanggil MMD. 

Namun, karena tak ada jawaban, pintu kamar akhirnya dibuka.

Di situlah semuanya terjawab, dan sekaligus meninggalkan luka yang tak mudah dipahami.

Kabar itu cepat menyebar.

Tetangga berdatangan, sebagian membantu, sebagian hanya bisa terdiam.

Seorang paman yang sedang berada di rumah duka tetangga pun segera dipanggil.

Bersama keluarga, mereka mengevakuasi tubuh remaja itu dari dalam kamar.

Di mata warga sekitar, MMD bukan anak yang bermasalah.

Ia dikenal pendiam, lebih sering menyimpan cerita sendiri.

Tapi di sekolah, ia termasuk siswa yang berprestasi.

Baca juga: TAJAM Komentar Prabowo ke Gubernur Kaltim Pakai Mobil Dinas Rp8 M: Presiden Aja Mobil Rp700 Juta

Baca juga: TNI Ambil Alih Kasus Andrie Yunus dari Polisi Picu Kejanggalan dan Tanda Tanya, Ada Apa?

Di balik itu semua, ada kisah hidup yang mungkin tak banyak diketahui orang. Sejak orang tuanya berpisah, MMD tinggal bersama keluarga.

Ayahnya kini berada di Pulau Sumba, sementara ibunya bekerja jauh di Malaysia.

Kerinduan itu rupanya pernah ia ungkapkan.

Ia ingin bertemu ayahnya.

Tapi keinginan itu belum sempat terwujud.

Polisi dari Polsek dan Polres setempat bersama tenaga medis datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Hasil awal tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Di rumah itu, suasana duka masih terasa pekat. Keluarga memilih menerima peristiwa ini sebagai musibah, sambil menunggu kepulangan sang ayah dari Sumba untuk prosesi pemakaman.

Tak ada yang benar-benar tahu apa yang dirasakan MMD di hari-hari terakhirnya. Yang tersisa kini hanya kamar yang kembali sunyi, dan cerita yang tak sempat selesai.

Bocah SD di Ngada Ditemukan Meninggal di Kebun

Sebelumnya, seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di area kebun milik keluarganya pada Kamis (29/1/2026).

Korban berinisial YS, seorang anak laki-laki, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa saat dievakuasi oleh warga dan aparat setempat.

Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sebelum dilaporkan kepada pihak kepolisian.

“Polisi datang untuk evakuasi, namun kondisinya sudah tidak ada napas,” ujarnya, Jumat (31/1/2026).

Diketahui, korban sehari-hari tinggal bersama neneknya di sebuah pondok yang berada di kebun tersebut, sementara kedua orang tuanya tinggal di desa tetangga.

Pada malam sebelum kejadian, korban sempat menginap di rumah orang tuanya. Keesokan paginya, ia kembali ke pondok tempat tinggalnya.

Saat peristiwa terjadi, nenek korban tidak berada di lokasi karena menginap di rumah tetangga untuk membantu pekerjaan. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah diberi tahu oleh warga sekitar.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta penanganan awal. Hingga kini, proses penanganan dan penelusuran lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Peristiwa ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Jika seseorang di sekitar Anda terlihat mengalami tekanan emosional atau perubahan perilaku yang mengkhawatirkan, penting untuk segera memberikan perhatian dan mencari bantuan dari pihak yang berkompeten.

(*/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.