SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak melakukan kunjungan ke Posko OMC Jatim di Baseops Lanudal Juanda, Sidoarjo guna meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah memasuki hari ke empat, Jumat (20/3/2026).
Didampingi Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan, Pasops Lanudal Juanda Letkol Laut (P) Rai Terianom dan Tim dari PT Makson Sukses Pratama, Emil memastikan OMC terus berjalan guna mencegah potensi cuaca ekstrem selama lebaran Idul Fitri 1447 H.
Saat berkunjung di Posko OMC, Wagub Emil menerima berbagai penjelasan tentang perkembangan potensi cuaca ekstrem sejak tanggal 16 hingga menjelang lebaran, dan pasca lebaran mendatang.
Baca juga: BPBD Jatim akan Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca saat Musim Mudik dan Libur Lebaran
Dalam tiga hari terakhir ini, pelaksanaan OMC juga dilaporkan BMKG telah mampu mengurangi potensi curah hujan dari sangat lebat menjadi ringan di sejumlah wilayah, hingga mencapai 74 persen.
"Saya kira ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat, bahwa apa yang Pemerintah Provinsi lakukan ternyata cukup berdampak bagi pengurangan curah hujan sekaligus mengurangi potensi risiko bencana hidrometeorologi, seperti, banjir dan longsor di beberapa wilayah," ujar Emil.
Khusus untuk hari Kamis, pelaksanaan OMC berlangsung tiga sortie, dengan bahan semai yang disebar sebanyak 3000 CaO.
Untuk sortie pertama, sasarannya meliputi wilayah, Mojokerto, Jombang dan Lamongan sebelah selatan.
Sortie kedua, wilayah Malang dan Blitar. Sedang sortie ketiga menyasar wilayah Lamongan.
Hingga saat ini, OMC telah dilakukan sebanyak 10 sortie, dengan total waktu penerbangan sebanyak 19 jam 53 menit, dan bahan semai yang disebar sebanyak 8.800 Kg CaO dan 2l1000 Kg NaCl.
“Kita terus berupaya bagaimana lebaran Idul Fitri di Jatim berjalan aman, nyaman dan terhindar dari dampak bencana hidrometeorologi. Ini adalah cara kita berupaya mengurangi potensinya,” tegas Emil.
Baca juga: Gandeng BMKG dan BPBD Jatim, Kaji Yes Usul Modifikasi Cuaca Atasi Banjir Lamongan
Untuk diketahui, operasi modifikasi cuaca merupakan intervensi manusia untuk mengubah cuaca, atau upaya yang ditempuh untuk mengubah curah hujan melalui kajian ilmiah.
Biasanya cara yang dilakukan melalui penyemaian awan menggunakan bahan kimia (seperti NaCl atau CaO) untuk memicu hujan (rain enhancement) atau sebaliknya, untuk mengurangi curah hujan (rain reduction) di kawasan tertentu.
Teknik ini berbasis data ilmiah untuk mitigasi bencana seperti banjir, kekeringan, maupun kebakaran hutan.