SURYA.co.id, Surabaya - Jeda kompetisi Super League selama dua pekan dimanfaatkan pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, untuk membenahi kondisi fisik dan mental tim.
Momentum ini diharapkan menjadi titik balik Bajol Ijo setelah kekalahan telak dari Borneo FC.
Bernardo Tavares menegaskan bahwa masa rehat bukan berarti para pemain berhenti berlatih. Ia bersama staf pelatih menyusun program khusus agar kebugaran tetap terjaga, yakni:
Baca juga: Persebaya Surabaya Buat Terobosan di 4 Laga Kandang Tersisa, Bonek Perlu Beri Masukkan!
“Kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali mempersiapkan diri. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental,” jelas Tavares dikutip SURYA.co.id dari situs Persebaya
Kekalahan 1-5 dari Borneo FC menjadi pelajaran berat. Namun, Tavares melihat tekad para pemain untuk bangkit. “Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran yang berat bagi kami, dan saya percaya semua pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat,” ucapnya.
Program latihan individu dirancang agar pemain tetap siap menghadapi intensitas kompetisi.
“Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami jelas, agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat ketika tim kembali berkumpul,” tambahnya.
Jeda kompetisi memberi ruang bagi Persebaya untuk memperbaiki diri. Tavares menekankan bahwa pemeriksaan kondisi akan dilakukan saat tim kembali berkumpul. “Karena itu, pada hari pertama latihan nanti kami akan kembali melakukan pengecekan kondisi mereka, dan saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh Bonek, jeda kompetisi diharapkan menjadi titik balik. Atmosfer Gelora Bung Tomo akan kembali menjadi energi tambahan bagi Bajol Ijo dalam laga berikutnya.