TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masyarakat pesisir di kawasan Belawan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena pasang rob yang diprediksi terjadi pada tanggal 18 hingga 23 Maret 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan mengeluarkan imbauan dini terkait potensi kenaikan muka air laut yang cukup signifikan.
Rino Saragih dari Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan menjelaskan bahwa puncak pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, dengan ketinggian mencapai 2,7 meter.
"Perkiraan terjadinya pasang surut di wilayah Belawan terjadi pada tanggal 18 hingga 23 Maret. Di mana pasang tertinggi terjadi hari ini sekitar 2,7 meter," ujar Rino saat ditemui awak media, Jum'at (20/3/2026).
Lebih lanjut, pasang rob tersebut akan terjadi dalam dua gelombang waktu, yaitu pada dini hari pukul 01.00 hingga 04.00 WIB, dan sore hari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB.
BMKG mengimbau agar masyarakat pesisir untuk waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan di jalan raya dan potensi masuknya air ke permukiman warga yang berada di dataran rendah dekat pantai.
"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penaikan tinggi muka laut ini. Karena bisa berdampak pada jalan yang licin, jalan-jalan yang tergenang, dan juga terdampak pada rumah-rumah yang dekat pesisir pantai," lanjutnya.
Masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan pesisir diminta untuk melakukan langkah antisipasi, seperti memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman dari potensi banjir rob.
"Kita harus tetap berhati-hati dan kalau bisa kita memindahkan barang-barang kita yang mungkin berpotensi terkena banjir rob. Dan juga pada saat di jalan kita harus berhati-hati karena kemungkinan air akan masuk ke jalan raya dan membuat jalan tersebut menjadi licin," tuturnya.
Sementara itu, terkait aktivitas pelayaran dan nelayan, kondisi perairan Belawan masih terpantau aman.
BMGK mencatat ketinggian gelombang masih dalam kategori rendah dengan arah angin dominan dari timur.
"Untuk pelayaran di sekitar wilayah Belawan, untuk gelombangnya masih dengan kategori rendah. Untuk daerah pesisir Belawan masih kategori aman untuk melayarkan kapal dan juga penangkapan ikan," pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)