TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Arak-arakan takbiran jelang salat Idul Fitri 2026 terpantau sepi di sepanjang Pantai Padang, Jumat (20/3/2026) malam.
Akan tetapi, arus lalu lintas terpantau ramai dan lancar dari Gedung Kebudayaan Sumbar hingga jembatan kembar, sebelum Tugu Merpati di Pantai Padang.
Diketahui, salat Idul Fitri 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah pemerintah ditetapkan tanggal 21 Maret 2026.
Sementara, jemaah Muhammadiyah sudah melaksanakan salat Idul Fitri 2026, khususnya di Kota Padang, dilaksanakan di Masjid Taqwa.
Baca juga: Malam Takbiran di Kota Padang Terpantau Sepi, Tak Terlihat Pawai Takbiran di Jalan Protokol
Beralih ke Pantai Padang, arakan-arakan takbiran tidak terpantau sejak pukul 20:00 WIB hingga 21:48 WIB.
Namun, gema takbir melalui pengeras suara atau speaker pedagang di sepanjang Pantai Padang masih terdengar.
Pengunjung, Gazel mengatakan datang dari Pariaman untuk menyaksikan takbiran di sepanjang Pantai Padang.
Sebab pada tahun lalu, ia mengaku masih melihat arak-arakan takbiran di sepanjang Tapi Lauik (Taplau) tersebut.
Tetapi pada tahun ini, ia hanya menyaksikan keramaian masyarakat yang berlalu lalang di Pantai Padang.
"Saya dari Pariaman, sampai di Padang sekira pukul 19:00 WIB, rencananya hendak menyaksikan takbiran, karena Pantai Padang biasanya ramai," ucap Gazel saat ditemui di pinggir jalan di sepanjang Taplau.
Baca juga: Datang dari Pekanbaru, Ridwan Singgahi Masjid Al Hakim Malam Takbiran: Besok Mau Shalat di Sini
Meski tidak menemukan arak-arakan takbiran, Gazel mengaku tetap bertahan di sana hingga pukul 24:00 WIB.
Barulah setelah itu, ia beranjak ke Pariaman. Sebab, pada keesokan paginya, hendak melaksanakan salat Idul Fitri 2026 di kampung halamannya.
"Sampai jam 12 malam an di sini, baru balik ke kampung, karena saya salat Idul Fitri besok," tambahnya.
Malam takbiran di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat sepi pada Jumat (20/3/2026) malam.
Kondisi ini diyakini karena sebagian warga Kota Padang telah melaksanakan salat Idul Fitri lebih awal.
Sementara pemerintah Kota Padang dan Pemprov Sumbar baru akan melaksanakan salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026) pagi, sejalan dengan keputusan Menteri Agama.
Pantauan TribunPadang.com dari pukul 19.45 hingga 21.45 WIB di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Khatib Sulaiman menunjukkan suasana yang relatif sepi.
Baca juga: Lebaran di Huntara Kapalo Koto Padang: Merayakan Ketabahan di Balik Hilangnya Tradisi
Gema takbiran hanya terdengar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, sementara di Jalan Khatib Sulaiman dan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, aktivitas takbiran terlihat minim.
Hanya beberapa pedagang dan pengunjung yang terlihat berfoto di halaman masjid.
Selain itu, pawai takbiran yang biasanya meramaikan jalan protokol Kota Padang juga tidak terlihat.
Kawasan GOR Kota Padang pun terpantau sepi.
Wahyu, salah seorang warga, menyebut sepinya malam takbiran karena sebagian masyarakat telah melaksanakan salat Idul Fitri lebih awal.
“Lebih ramai takbiran semalam dibanding malam ini. Karena sebagian masyarakat sudah lebaran tadi pagi,” ujarnya Wahyu saat ditemui TribunPadangsepi Jalan Khatib Sulaiman.
Baca juga: Cuaca Padang saat Salat Idul Fitri 2026 Diprakirakan Cerah Berawan
Ia menambahkan, sepinya malam takbiran juga dipengaruhi oleh banyaknya warga yang telah pulang ke kampung halaman.
Sementara itu, Ayu, warga lainnya, mengaku telah melaksanakan salat pagi tadi dan menyakini hal tersebut menjadi salah satu alasan sepinya malam takbiran.
Cuaca Kota Padang malam ini juga berawan, sehingga aktivitas masyarakat terpantau lancar meski sepi.
Suasana malam takbiran di kawasan Masjid Al-Hakim, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatra Barat, terpantau kondusif dan relatif lengang pada Jumat (20/3/2026) malam.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sekitar pukul 21.30 WIB, arus lalu lintas di sekitar ikon wisata religi kebanggaan warga Kota Padang ini terlihat masih lancar.Tidak tampak adanya kemacetan panjang yang biasanya menghiasi malam menyambut hari kemenangan di pusat-pusat keramaian kota.
Volume kendaraan yang melintasi jalan di depan masjid yang menyerupai Taj Mahal ini pun tidak terlalu padat.
Kondisi serupa juga terlihat di area dalam masjid, di mana jumlah jemaah maupun pengunjung yang datang tidak menunjukkan adanya lonjakan yang signifikan.
Tepat di dekat gerbang masuk Masjid Al-Hakim, berdiri sebuah Pos Pelayanan (Posyan) yang diperuntukkan bagi para pemudik dan masyarakat umum.
Posyan tersebut disiagakan dengan melibatkan personel dari berbagai instansi guna menjamin keamanan dan kenyamanan selama momen Lebaran 2026.
Kehadiran petugas gabungan ini memberikan rasa aman bagi para pelancong yang singgah, baik untuk beribadah maupun sekadar beristirahat sejenak.
Salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi adalah Ridwan, seorang warga asal Pekanbaru yang datang jauh-jauh bersama keluarganya.
Ridwan mengaku sengaja singgah di Masjid Al-Hakim karena penasaran dengan keindahan arsitektur bangunan masjid yang sudah sangat tersohor.
"Kami dari Pekanbaru, sengaja singgah di sini untuk melihat langsung Masjid Al-Hakim yang keindahannya sudah terkenal sampai ke tempat kami," ujar Ridwan.
Ia bersama rombongannya berencana untuk melaksanakan ibadah Salat Idulfitri esok hari di masjid yang terletak di pinggir pantai tersebut.
Mengenai penetapan hari raya, Ridwan menegaskan bahwa ia dan keluarganya memilih untuk mengikuti keputusan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Kami ikut keputusan pemerintah untuk berlebaran besok, jadi malam ini kami manfaatkan waktu untuk menikmati suasana di sini," tambahnya.
Sementara itu, pengunjung lainnya bernama Hamid, tampak sedang asyik menikmati pemandangan laut yang tepat berada di depan masjid tersebut.
Bagi Hamid, malam takbiran di Masjid Al-Hakim memberikan pengalaman spiritual sekaligus ketenangan batin karena suara ombak yang berpadu dengan gema takbir.
Ia menilai kondisi yang agak sepi pada malam ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan waktu pelaksanaan hari raya di tengah masyarakat.
"Mungkin agak sepi karena sebagian saudara kita sudah ada yang merayakan hari raya hari ini, atau mungkin juga banyak warga yang sudah pulang kampung (mudik)," tutur Hamid.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan halaman Kantor Gubernur Sumbar sebagai lokasi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2026).
Pantauan TribunPadang.com, Jumat (20/3/2026), panitia telah melakukan berbagai persiapan untuk menampung ribuan jemaah yang akan mengikuti salat Id tingkat provinsi tersebut.
Di area halaman kantor gubernur, tampak spanduk ucapan selamat Idul Fitri terpasang.
Spanduk tersebut berisi pesan, “Idulfitri dengan silaturahmi dan berbagi, bangkitkan semangat mengabdi dan berbakti kembali. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” disertai foto Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy mengenakan baju koko.
Baca juga: Khatib Idul Fitri 2026 di Padang Soroti Semangat Jihad Iran Lawan Serangan AS-Israel
Selain itu, tenda untuk khatib juga telah disiapkan.
Dalam pelaksanaan salat Id nanti, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbar, Ari Yuswandi, dijadwalkan bertindak sebagai khatib.
Sejumlah perlengkapan lain juga terlihat telah terpasang, seperti tali penunjuk arah kiblat yang membentang hingga ke badan jalan di depan kantor gubernur.
Pengeras suara (toa) dipasang di beberapa titik untuk menjangkau jemaah, termasuk yang berada di luar area halaman.
Tak hanya itu, bendera marawa turut menghiasi pagar Kantor Gubernur Sumbar, menambah nuansa khas Minangkabau dalam pelaksanaan salat Id tersebut.
Baca juga: 3 Kecamatan di Kota Padang Berpotensi Diguyur Hujan saat Malam Takbiran
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, ruas jalan di depan Kantor Gubernur Sumbar akan ditutup sementara karena turut digunakan sebagai area salat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, mengatakan lokasi pelaksanaan salat Idulfitri tingkat provinsi tetap sama seperti tahun sebelumnya.
“Pelaksanaan di tingkat provinsi akan digelar di halaman Kantor Gubernur jika cuaca cerah. Namun, apabila hujan, kegiatan akan dialihkan ke Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Sumbar,” ujarnya kepada TribunPadang.com, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan, imam salat dipercayakan kepada Edi Salman yang merupakan imam Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.
Adapun rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pukul 06.30 WIB, sementara pelaksanaan salat Idulfitri akan dimulai pada pukul 07.30 WIB.