Salat Id di Gedung Sate, Dedi Mulyadi Minta Maaf: Tak Bisa Tidur Pikirkan Warga Miskin Jabar
Ravianto March 21, 2026 09:32 AM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Udara dingin di kawasan Jalan Diponegoro, Kota Bandung yak menyurutkan semangat umat muslim untuk melaksanakan salat idulfitri berjamaah, di halaman Gedung Sate, Sabtu (21/3/2026).

Gema takbir terus berkumandang dari pengeras suara, berpadu dengan iring-iringan langkah para jamaah.

Hamparan sajadah berwarna-warni terbentang rapi, menyatu dengan lautan manusia yang datang menyambut kemenangan setelah berpuasa satu bulan lamanya.

Mereka datang dengan senyum diwajahnya, beberapa datang bersama anak-anaknya, ada juga yang menggenggam erat tangan orang tuanya yang sudah sepuh.

Semua larut dalam satu suasana yang sama. Khusyuk, sederhana, dan penuh rasa syukur.

Di lokasi tersebut, hadir Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang ikut salat berjamaah.

Baca juga: Cara Balas Ucapan Taqobalallahu Minna Wa Minkum Idulfitri 2026 yang Benar & Penuh Doa dan Contohnya

Dedi mengambil shaf paling depan, bersama Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah, Herman Suryatman, Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa, Wakil Ketua DPRD, MQ Iswara serta sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah lainnya.

Sebelum melakukan salat, Dedi Mulyadi sempat naik ke atas podium untuk menyampaikan sambutan. 

Dalam sambutannya, Dedi menyatakan bahwa sebagai pemimpin, dirinya kadang tidak bisa tidur manakala masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan layanan kesehatan, layanan pendidikan dan kehidupan yang kayak. 

dedi mulyadi kdm salat id di gedung sate
SALAT IED - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat melaksanakan salat idulfitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

"Untuk itu, saya sebagai pemimpin meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat belum dapat melayani masyarakat dengan baik," ujar Dedi. 

Usai salat, suasana berubah menjadi lebih cair. Orang-orang saling bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan maaf.

Dedi Mulyadi tampak berdiri di tengah warga, menerima jabat tangan satu per satu.

Seorang pemuda bernama Rizky, mengaku sengaja datang lebih pagi demi mendapatkan tempat di barisan depan.

Baginya, salat Id di halaman Gedung Sate merupakan pengalaman pertama.

“Biasanya salat id di dekat rumah di Antapani, sekarang pengen coba di sini (halaman gedung sate), sekalian ketemu bapak aing (Dedi Mulyadi," ujar Rizky.

Matahari mulai naik perlahan, menghangatkan halaman Gedung Sate yang menjadi lokasi salat id. Satu per satu warga mulai meninggalkan lokasi, kembali ke rumah masing-masing.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.