Salat Id Perdana Masjid Negara IKN 2026 Berlangsung Khidmat, Ribuan Jamaah Padati Lokasi
Amelia Mutia Rachmah March 21, 2026 11:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah perdana di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (21/3) berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.

Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan masjid sejak dini hari.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak subuh, arus kedatangan jemaah terus mengalir hingga menyebabkan pelaksanaan salat yang semula dijadwalkan pukul 06.30 Wita harus mundur.

Salat Id akhirnya dimulai pada pukul 06.50 Wita setelah seluruh saf tertata rapi.

Seluruh area masjid, mulai dari lantai dasar hingga lantai atas, dipenuhi jemaah.

Baca juga: Kamtibmas Kaltim Kondusif Jelang Idul Fitri 2026, Gangguan dan Laka Lantas Menurun

Mereka datang bersama keluarga untuk merasakan momen bersejarah pelaksanaan Salat Id pertama di masjid negara yang berada di kawasan inti pusat pemerintahan IKN tersebut.

Khusyuk dan Dihadiri Tokoh

Bertindak sebagai imam adalah Ustaz Prof. Dr. H. M. Abzar Duraesa, sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ustaz Dr. Ahmad Muzakir. Suasana khusyuk menyelimuti jalannya ibadah hingga selesai.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam pelaksanaan Salat Id ini, di antaranya mantan Walikota Balikpapan Rizal Effendi serta Rektor Universitas Balikpapan Dr. Isradi Zainal, bersama para pejabat Otorita IKN dan tokoh masyarakat lainnya.

Kehadiran para tokoh tersebut semakin menegaskan pentingnya momen ini dalam perjalanan pembangunan sosial dan keagamaan di IKN.

Masjid Difungsikan sebagai Pusat Umat

Usai pelaksanaan salat dan bersalam-salaman dengan jemaah, Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, yang juga selaku Ketua Panitia Pelaksana Salat Id di Masjid Negara IKN, menyampaikan bahwa masjid telah difungsikan secara aktif sejak awal Ramadan.

Baca juga: 37 Tahun Bertugas Saat Lebaran, Polisi Balikpapan Ini Belum Pernah Salat Id Bersama Keluarga

“Sejak awal Ramadan, masjid ini sudah dibuka untuk melayani salat rawatib, salat berjamaah, tarawih, hingga berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Kami ingin masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co.

Ia menambahkan, Masjid Negara IKN juga diharapkan menjadi wadah pendidikan dan pengembangan masyarakat. Berbagai kegiatan keagamaan dan sosial terus didorong agar masjid mampu berperan sebagai “madrasah” bagi umat.

Menariknya, pelayanan bagi jemaah selama Ramadan berjalan tanpa anggaran khusus. Namun berkat partisipasi dan keikhlasan masyarakat, kebutuhan jemaah tetap terpenuhi.

“Setiap hari kami melayani antara 700 hingga 1.500 jemaah berbuka puasa. Alhamdulillah, semua berjalan lancar berkat dukungan para jemaah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Alimuddin menegaskan bahwa Masjid Negara IKN dikelola dengan standar yang setara dengan Masjid Istiqlal di Jakarta.

Baca juga: Salat Id di Rutan Balikpapan Penuh Haru, Warga Binaan Larut dalam Takbir

Mulai dari sistem tata kelola hingga penunjukan imam dan dai, semuanya melibatkan tenaga yang ditugaskan langsung oleh Kementerian Agama.

“Imam yang memimpin merupakan imam besar dari Masjid Istiqlal, begitu juga para dai yang ditugaskan untuk membangun ekosistem peribadatan di masjid ini,” tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.