Idulfitri di Pati: Plt Bupati Ajak Warga Jaga Kedamaian Usai Insiden "Tongtek Maut"
M Syofri Kurniawan March 21, 2026 11:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan salat Idulfitri berjemaah di Masjid Agung Baitunnur Pati, Sabtu (21/3/2026). 

Dalam sambutannya sebelum memulai salat, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah menyusul adanya beberapa insiden memprihatinkan yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Pati menjelang Lebaran.

Chandra mengawali sambutannya dengan mengajak jemaah memaknai Idulfitri sebagai kemenangan spiritual atas hawa nafsu setelah sebulan penuh menjalani tarbiyah Ramadan. 

Baca juga: Polresta Pati Terjunkan 854 Personel Gabungan Amankan Malam Takbiran 1447 H

Ia berharap amal ibadah masyarakat diterima dan mampu membentuk pribadi yang lebih peduli terhadap sesama.

Namun, di tengah suasana kemenangan tersebut, Plt Bupati memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan daerah.

Ia mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa kekerasan yang terjadi di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Kayen baru-baru ini.

Sebagaimana diketahui, pada Ramadan 2026 ini, terjadi dua kasus fatal di Pati.

Kasus pertama terjadi di Jalan Tambakromo-Kayen, Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, pada Senin (9/3/2026) dini hari pukul 03.00 WIB atau saat waktu sahur.

Korban berinisial RDS (18) dikeroyok oleh sekelompok pemuda saat sedang mengendarai truk.

Kasus kedua yang jauh lebih tragis terjadi di wilayah Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kamis (12/3/2026) dini hari. 

Pengeroyokan ini bermula dari pertemuan dua kelompok pemuda yang sedang melakukan tradisi "Tongtek" atau membangunkan sahur dengan musik sound system keras di atas mobil pikap.

Akibat perselisihan di persimpangan jalan, seorang remaja berinisial FD (18) menjadi sasaran pengeroyokan hingga meninggal dunia.

"Kita tidak dapat menutup mata, sempat terjadi peristiwa yang memprihatinkan di beberapa wilayah, utamanya di Kecamatan Tambakromo yang menyebabkan satu korban terluka cukup parah, dan di Kecamatan Kayen yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia," ujar Chandra di hadapan ribuan warga jemaah salat id.

Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan kesembuhan bagi korban lain yang saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Guna mencegah kejadian serupa, Chandra mengimbau masyarakat untuk mematuhi Maklumat Bersama yang telah dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Maklumat tersebut mengatur larangan penyelenggaraan kegiatan hiburan masyarakat dan halalbihalal pada malam hari.

"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan mematuhi Maklumat Bersama mengenai larangan kegiatan hiburan pada malam hari sebagai langkah preventif mencegah konflik dan gesekan," tegasnya.

Terkait jalannya pemerintahan, Chandra menegaskan komitmennya bersama seluruh jajaran Pemkab Pati untuk terus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ia menyatakan bahwa setiap dinamika pembangunan di Pati hanya bisa diselesaikan dengan semangat kebersamaan dan niat tulus melayani.

Mengakhiri sambutannya, Plt Bupati menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat.

Menurutnya, masukan konstruktif sangat diperlukan agar kinerja pelayanan publik di Kabupaten Pati dapat terus diperbaiki dan disempurnakan demi kesejahteraan seluruh warga. (mzk)

Baca juga: 3 Vihara di Pati Bisa Disinggahi Pemudik: Tersedia Kasur Buat Istirahat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.