Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Setelah Buat Iran Porak Poranda
Adrianus Adhi March 21, 2026 01:04 PM

SURYA.co.id - Presiden AS Donald Trump menyatakan tengah mempertimbangkan penghentian operasi militer di Iran. Ia menegaskan target utama hampir tercapai, termasuk melumpuhkan kekuatan militer Iran dan menjaga sekutu di Timur Tengah.

Trump menyampaikan keinginan itu melalui unggahan di Truth Social pada Jumat 20 Maret 2026 bahwa AS sudah sangat dekat dengan pencapaian target utama dalam konflik Iran.

“Kami sudah sangat dekat untuk memenuhi target kami saat kami mempertimbangkan untuk menyudahi upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait Iran,” tulisnya.

Konflik dimulai pada 28 Februari 2026 setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia.

Penutupan Selat Hormuz berdampak besar pada ekonomi global, memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu 20 persen pasokan energi dunia.

Selain itu, perang telah menewaskan lebih dari 1.000 jiwa, termasuk warga sipil dan anak-anak, serta melukai ribuan lainnya akibat serangan udara.

Baca juga: Donald Trump Beri Sinyal Akhiri Perang Iran, Anggap Sudah Menang dan Keinginan Tercapai

Target Utama Operasi Militer AS

Dilansir dari Wall Street Journal, Trump merinci empat target utama operasi militer AS di Iran:

  • Melumpuhkan kemampuan rudal Iran.
  • Melenyapkan kekuatan angkatan laut, udara, dan senjata antipesawat Iran.
  • Mencegah Iran mendekati kemampuan nuklir.
  • Melindungi sekutu di Timur Tengah seperti Israel, Arab Saudi, Qatar, UEA, Bahrain, dan Kuwait.

Trump menegaskan bahwa pencapaian target ini menjadi dasar pertimbangan untuk mengakhiri operasi militer besar di kawasan.

Trump menekankan bahwa pengamanan Selat Hormuz ke depan harus menjadi tanggung jawab negara-negara pengguna jalur tersebut.

“Selat Hormuz harus dijaga dan diawasi, jika perlu, oleh negara-negara lain yang menggunakannya, AS tidak,” ujarnya.

Meski demikian, Trump menyatakan AS tetap bersedia memberikan bantuan teknis maupun pengamanan jika ada permintaan resmi.

Baca juga: Akhirnya 2 Kapal Pertamina Bisa Lolos di Selat Hormuz, Sinyal Harga BBM Stabil Jelang Lebaran 2026?

Namun, ia meyakini hal itu tidak akan diperlukan lagi jika ancaman dari Iran sudah sepenuhnya hilang.

“AS akan membantu negara lain dalam menjaga selat tersebut jika diminta, tetapi hal itu seharusnya tidak diperlukan lagi setelah ancaman Iran diberantas,” jelasnya.

(Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.