Warga Tumpah-ruah di Jalanan Karawang, Antusias Nonton Festival Bedug Ngadulag
GH News March 21, 2026 12:08 PM
Karawang -

Warga Tegalsari, Karawang tetap antusias memadati jalanan meski sempat diguyur hujan pada Jumat (20/3/2026) malam. Mereka beramai-ramai menyaksikan Festival Bedug Ngadulag.

Dimulai setelah isya, masyarakat mulai berdatangan dan memadati jalanan untuk menyaksikan bedug takbiran atau arak-arakan pawai yang menjadi tradisi tahunan tersebut.

Meski sempat diguyur hujan, semangat warga tak surut. Mereka tetap bertahan di lokasi demi menantikan rombongan pawai melintas. Anak-anak tampak paling antusias, mereka terlihat berlarian kecil di sekitar pinggir jalan sambil sesekali bersorak sorai kepada rombongan pawai.

Bagi warga Tegalsari, Ngadulag bukan sekadar tontonan, melainkan juga momen kebersamaan yang selalu dinanti setiap tahunnya. Tradisi ini menjadi ajang berkumpulnya masyarakat, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus menghadirkan hiburan di tengah suasana religius menyambut Hari Raya Idulfitri.

"Ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Setiap malam takbiran pasti digelar pawai, jadi memang sangat ditunggu-tunggu. Biasanya lebih ramai dari ini, tapi tahun ini agak sepi," ujar Jasmine, salah seorang warga yang turut menyaksikan Ngadulag.

Beberapa anak-anak ikut berlarian mengiringi rombongan pawai yang lewat. Kebanyakan anak-anak lebih tertarik dengan kostum-kostum setan yang seram tapi juga lucu, mereka bahkan meminta untuk foto bersama.

"Anak-anak selalu suka nonton pawai, makanya setiap tahun pasti kami sempatkan nonton," kata Linda yang nonton bersama keluarga kecilnya.

Perasaan serupa juga disampaikan oleh Salwa, warga yang tumbuh besar di Dusun Krasak itu mengaku sudah sering menyaksikan tradisi Ngadulag sejak kecil. Bagi Salwa, pawai malam takbiran ini tidak hanya hiburan, tetapi juga waktu untuk berkumpul bersama teman-teman dan sanak saudara.

Suasana ramai, gema takbir, serta berbagai penampilan kreatif peserta menjadi hal yang selalu ia nantikan. Meski tahun ini terasa sedikit lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Salwa tetap merasa antusias karena tradisi tersebut tetap digelar dan bisa dinikmati bersama warga lainnya.

"Wah saya sudah nonton dari kecil, tiap tahun pasti nonton di sini bareng teman-teman dan keluarga. Karena memang momen tahunan jadi kayak sayang aja kalau nggak ikut memeriahkan. Tapi tahun ini agak lebih sepi, biasanya bisa lama banget sih pawainya, tapi tetap seru kok," kata Salwa.

Saat pawai usai dan jalanan kembali lengang, suasana hangat masih terasa di tengah masyarakat. Gema takbir yang sempat memenuhi malam, ngadulag pun kembali menjadi penutup malam takbiran yang penuh makna bagi warga Tegalsari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.