Mengapa Banyak Orang Merasa Harus 'Tampil Sukses' saat Lebaran? Ini Kata Psikiater
GH News March 21, 2026 12:08 PM
Jakarta -

Lebaran semestinya jadi momen paling hangat. Keluarga pulang ke rumah, saling bermaaf-maafan, makan opor, sampai menikmati waktu bersama keluarga.

Namun bagi banyak orang, Hari Raya bukan cuma soal ketupat dan silaturahmi. Ada satu 'ritual' menyebalkan yang diam-diam ikut hadir yakni kewajiban untuk tampil sukses atau terlihat berhasil di depan yang lain.

Menurut spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ hal seperti ini bisa dijelaskan secara psikologis seperti butuh pengakuan, tak ingin kalah dari yang lain, membangun citra diri, hingga mekanisme pertahanan diri dari rasa tidak aman.

"Kadang, yang terlihat percaya diri, sebenarnya sedang menutupi luka, yang paling keras dipamerkan, seringkali yang paling rapuh disembunyikan," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Jumat (20/3/2026).

dr Lahargo membagikan beberapa tips agar Lebaran tahun ini bisa tetap sehat secara mental dan tidak kehilangan maknanya, berikut sarannya:

  1. Kenali batas diri. Sadari kapan mulai lelah, tersinggung, atau tertekan
  2. Pasang batas sehat. Boleh kok menolak pertanyaan-pertanyaan yang terlalu personal
  3. Pilih safe circle. Dekati orang-orang yang membuat nyaman dan aman.
  4. Latih respons, bukan reaksi. Coba jawab dengan tenang, bukan emosional.
  5. Fokus pada proses diri sendiri, jangan bandingkan dengan orang lain.
  6. Kembali ke makna spiritual karena lebaran adalah tentang maaf.
  7. Kurangi overexposure sosial media.
  8. Self compassion atau berdamai dengan diri sendiri.

"Jika Lebaran tahun ini terasa berat, itu bukan tanda kegagalan,itu tanda bahwa kamu manusia, yang sedang berproses. Tidak semua orang pulang dengan hati ringan. Tapi semua orang berhak untuk pulih," tutup dr Lahargo.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.