TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu mengatakan, saat ini Jawa Barat masih berada dalam periode musim hujan.
Kondisi tersebut membuat potensi hujan, mulai dari intensitas ringan hingga lebat, masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
“Sekali lagi ya, masih pada periode musim hujan sehingga potensi-potensi hujan baik itu dari potensi ringan hingga sedang ataupun berpotensi hujan lebat masih bisa saja terjadi,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, pola cuaca yang terjadi dalam dua pekan terakhir menunjukkan tren yang relatif konsisten.
Pada pagi hingga siang hari, cuaca cenderung cerah dan panas, sementara hujan mulai turun pada sore hingga malam hari.
Baca juga: BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Barat 15-18 Maret 2026, Potensi Hujan Lebat Masih Mengintai
“Sekarang tren di Jawa Barat dua minggu terakhir seperti itu. Dari pagi hingga siang masih panas, kemudian dari sore menuju malam sampai dini hari itu potensi hujannya meningkat,” katanya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi para pemudik.
Ayu, sapaan akrabnya menyarankan masyarakat untuk memanfaatkan waktu pagi hari saat melakukan perjalanan guna menghindari risiko cuaca buruk.
“Sehingga memang kita juga menghimbau pada pemudik disarankan untuk pagi hari, karena menghindari cuaca-cuaca yang tidak diinginkan. Karena potensi cuaca ekstrem masih bisa saja terjadi,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pemudik yang memilih jalur alternatif agar lebih berhati-hati.
Pasalnya, banyak jalur alternatif di Jawa Barat melewati kawasan perbukitan, pegunungan, maupun pesisir yang rawan bencana.
“Kalau para pemudik itu favoritnya melalui jalan-jalan alternatif. Dan kita tahu jalan alternatif di Jawa Barat banyak melalui bukit, pegunungan ataupun pesisir. Di mana di situ potensi longsornya tinggi ketika terjadi cuaca ekstrem,” katanya.
BMKG juga memprakirakan musim hujan di Jawa Barat akan berlangsung hingga akhir Maret dan awal April, meski intensitasnya mulai menurun.
Setelah itu, wilayah Jawa Barat secara bertahap akan memasuki musim kemarau.
“Periode musim hujan ini sampai dengan akhir Maret dan awal April. Tapi intensitasnya sudah menurun."
"Nanti akhir April sampai Juni kita mulai memasuki musim kemarau, rata-rata dimulai dari akhir April hingga Mei,” jelasnya.
Dalam prakiraan cuaca sepekan ke depan, BMKG mencatat dinamika atmosfer masih mendukung pertumbuhan awan hujan di Jawa Barat.
Hal ini dipengaruhi oleh suhu muka laut yang relatif hangat, pertemuan angin, serta kondisi atmosfer yang labil.
Sejumlah wilayah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang, di antaranya Kabupaten Subang, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Ciamis, terutama pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang selama periode mudik Lebaran. (*)